PKL Kuliner Solo Ketiban Berkah Libur Lebaran

Warga mengantre membeli tengkleng Bu Edi di Taman Parkir Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (17/6 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
17 Juni 2018 19:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Omzet sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Solo naik tajam pada masa libur Lebaran 2018. Dagangan mereka diserbu pembeli hingga keuntungan yang diperoleh meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

Sekretaris Paguyuban PKL Selter Mojosongo, Jebres, Solo Sutrisno Budi, menceritakan kuliner bebek dan ayam gorengnya laris manis saat dijual pada masa libur Lebaran ini. Dia meyakini hal itu bisa terjadi karena terpengaruh dengan hadirnya pemudik yang telah memadati Kota Bengawan. 

"Alhamdulillah sampai libur Lebaran hari ini [kemarin] omzet masih naik tiga kali lipat. Cuma memang keuntungannya tipis karena harga bahan bakunya juga naik, mulai dari ayam, bebek, ongkos potong, bawang, cabe dan lain-lain. Sedangkan harga jual kami hanya dinaikkan Rp1.000/saji. Jadi tidak terlalu sebanding dengan kenaikan bahan baku yang begitu besar," kata Sutrisno saat diwawancarai solopos.com, Minggu (17/6/2018).

Sutrisno memutuskan tak menaikkan harga kuliner lebih dari Rp1.000 karena takut tak laku. Dia memilih mengais untung sedikit demi sedikit. Artinya, Sutrisno lebih mending memperoleh untung sedikit per item tapi makanan yang dijual bisa laku banyak.

Ketua Paguyuban PKL Kota Barat, Budiyono, yang merupakan penjual kuliner martabak kota barat (Markobar), juga bersyukur omzetnya naik lebih dari dua kali lipat saat memasuki masa libur Lebaran. Dia meyakini PKL lain di Kota Barat juga mengalami hal serupa. 

"Libur Lebaran pasti ramai. Tahun ini juga ramai meski ada pembangunan flyover [jalan layang] Manahan. Biasanya saat memasuki libur Lebaran para pedagang itu menyiapkan barang dagangan dobel atau dua kali lipat lebih banyak dari hari biasa. Hal itu dilakukan karena menyesuaikan dengan jumlah pembeli yang selalu banyak," jelas Budi.

Budi tak menutup mata jika beberapa PKL kuliner di Kota Barat diketahui rutin mematok harga lebih tinggi saat masa libur Lebaran. Dia memaklumi sikap para PKL yang terpaksa mematok harga lebih tinggi ketimbang hari biasanya dengan alasan menyesuaikan dengan harga bahan baku yang juga naik saat momen Lebaran.