77 Orang Ikut Tes Seleksi Caleg di DPC PDIP Solo

Puluhan orang mengikuti tes assessment online bakal calon legislator DPRD Solo di Kantor DPC PDIP Solo, Selasa (19/6 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
19 Juni 2018 19:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 77 orang mengikuti tes assessment atau penilaian psikotes secara online calon legislator (bacaleg) DPRD Solo di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP di Kampung Brengosan, Purwosari, Laweyan, Selasa (19/6/2018).

Dari jumlah peserta itu, 24 orang di antaranya merupakan petahana. Namun, satu orang petahana tidak mengikuti psikotes secara online sehingga langsung dinyatakan mundur dari pencalonan sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019.

Tokopedia

“Pelaksanaan psikotes secara online baru kali pertama digelar DPC PDIP Solo atas dasar instruksi DPP [Dewan Pimpinan Pusat] PDIP. Kami menggelar ujian psikotes online selama sehari dengan dikuti 77 bacaleg,” ujar Ketua panitia seleksi bacaleg Budi Prasetyo kepada wartawan di Kantor DPC PDIP Solo, Selasa.

Budi mengungkapkan sistem jaringan untuk tes psikotes secara online ini langsung terhubung dengan server di DPP PDIP. Semua bacaleg dari PDIP diwajibkan mengikuti seleksi ini. Bahkan semua soal yang ada di dalam komputer dibuat oleh DPP PDIP.

“Kami sejak awal Mei menjaring caleg mulai dari anak ranting, PAC [Pengurus Anak Cabang]. Tes assessment ini merupakan syarat mutlak dalam internal partai untuk mengetahui karakter bakal caleg yang akan bertarung di Pemilu 2019,” kata Budi.

Ia menjelaskan tes psikotes ini dibagi dengan tiga sesi yakni sesi pertama pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB diikuti sebanyak 28 orang, sesi kedua pukul 12.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB diikuti 25 orang, dan pukul 16.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB diikuti 24 orang.

“Hasil seleksi dari tingkat bawah ada sebanyak 201 bacaleg. Kemudian dari jumlah tersebut yang mengembalikan berkas formulir pendaftaran hanya 77 bacaleg. Kami langsung menyertakan bacaleg  yang mengembalikan formulir untuk ikuti tes assessment online,” kata dia.

Ketua Komisi I DPRD Solo ini menjelaskan 77 bacaleg ini akan dikerucutkan menjadi 45 orang sesuai jumlah kursi di DPRD Solo. Ia menargetkan proses seleksi bacaleg akan selesai akhir bulan ini. Hasil seleksi ini akan didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo pada 4 Juli sebagai peserta Pemilu 2019.

“Semua biaya tes psikotes ini semuanya ditanggung peserta. Satu dari 24 bacaleg petahana atas nama Kosmas Krisnamurti diketahui tidak mengikuti tes assessment online sehingga dinyatakan mundur. Saya tidak bisa memaksa dia [Kosmas] untuk mengikuti tes ini karena sudah masuk ranah pribadi,” kata dia.

Menurut informasi dihimpun Solopos.com, Kosmas Krisnamurti merupakan anggota Komisi II DPRD Solo dari Dapil Banjarsari II (Nusukan dan Kadipiro). Salah satu bacaleg, Lusia Anak Agana Nurathi, mengaku sudah tiga kali ini mengikuti seleksi bacaleg DPC PDIP. Selama mengerjakan soal tes assessment secara online berjalan lancar meskipun jaringan agak lemot.

“Saya optimistis bisa lolos menjadi caleg DPRD Solo dari Dapil Laweyan. Keluarga juga mendukung pencalonan menjadi anggota DPRD. Kegagalan dua kali bisa menjadi modal menjadi lebih baik untuk bersaing dengan peserta lainnya,” ujar Lusia yang saat ini menjabat anggota Komite Perempuan Anak di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jateng.