Berbulan-Bulan Terbentuk, BNNK Solo Tak Kunjung Punya Kepala

Ilustrasi narkoba. (Solopos/Whisnu Paksa)
20 Juni 2018 20:35 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Badan Narkotika  Nasional Kota (BNNK) Solo sudah resmi terbentuk sejak Pemkot Solo menyelesaikan persyaratan administrasi awal tahun ini. Enam aparatur sipil negara (ASN) juga sudah dilantik menjadi pengurus.

Meskipun demikian, sampai sekarang jabatan Kepala BNNK Solo masih kosong. “Kami sudah merancang terbentuknya BNNK Solo sejak tahun lalu. Kemudian melengkapi berkas administratif dan membuat susunan pengurusnya baru kelar awal tahun ini,” ujar Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo saat ditemui wartawan di Rumah Dinas Loji Gandrung, Penumping, Laweyan, Rabu (20/6/2018).

Rudy menjelaskan secara kelembagaan BNNK Solo resmi terbentuk. Enam pengurus sudah dilantik untuk mengisi enam jabatan yakni Kepala Bagian Umum, Seksi Pencegahan, Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Seksi Rehabilitasi, dan Seksi Pemberantasan, serta pengolah data.

“Keenam ASN tersebut diusulkan langsung ke BNN. Yang jelas keenam ASN ini sudah memenuhi syarat, seperti bebas narkoba  dan pangkatnya juga sudah sesuai. Kami masih mengusulkan satu personel BNNK ke BKD [Badan Kepegawaian Daerah],” ujar Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo.

Rudy mengatakan meskipun sudah terbentuk sampai sekarang posisi jabatan kepala BNNK Solo masih kosong. Hal tersebut karena Kompol Edison Pandjaitan yang diusulkan menjadi kepala BNNK Solo terganjal administrasi dari BNN.

“BNN menghendaki pimpinan kepala BNNK harus berpangkat AKBP [Ajun Komisaris Besar Polisi]. Sementara dia [Edison] sekarang masih berpangkat Kompol,” kata dia.

Rudy optimistis Edison bisa menjadi kepala BNNK Solo. Hal tersebut karena Edison juga bergelar S2 (magister) yang diharapkan bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi BNNP untuk mengangkat Edison menjadi kepala BNNK Solo meski belum berpangkat AKBP.

“Dia [Edison] saat ini menjabat Plt. Kepala BNNK sekaligus Kasi Pemberantasan Narkoba. Pelantikan resmi Kepala BNNK akan dilakukan setelah SK [Surat Keputusan] dari BNN turun,” kata dia.

Ditanya mengenai keberadaan kantor BNNK, Rudy menjelaskan Pemkot Solo telah menyediakan bekas kantor Satpol PP Solo sebagai kantor BNNK Solo. BNNK sekarang juga sudah menjalankan tugas memberantas narkoba di Kota Bengawan.

Kasi Pemberantasan Narkoba Kompol Edison Pandjaitan mengungkapkan BNNK yang baru dibentuk memiliki banyak tugas terutama dalam memberantas penggunaan narkoba di Kota Bengawan. BNNK akan bekerja sama dengan komunitas pegiat antinarkotika untuk membantu dalam menyosialisasikan bahaya narkotika.

 

Tokopedia