Dana Revitalisasi Pasar Tradisional Sragen Menyusut

Ilustrasi pasar tradisional (Solopos/Nicolous Irawan)
20 Juni 2018 05:00 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Program revitalisasi pasar tradisional  di Kabupaten Sragen terus digencarkan tahun 2018. Tahun ini jumlah pasar yang disasar program itu meningkat dibandingkan tahun lalu.

Bila tahun lalu jumlah pasar tradisional yang direvitalisasi hanya dua, yaitu Pasar Kebonromo, Ngrampal, dan Pasar Sumberlawang, tahun 2018 meningkat menjadi lima pasar tradisional. Tapi dari sisi anggaran, alokasi dana revitalisasi pasar tradisional tahun ini menurun. Berdasarkan catatan, anggaran revitalisasi pasar tahun ini Rp10,5 miliar.

Rinciannya Rp4,5 miliar untuk renovasi empat pasar yaitu yaitu Pasar Ngarum (Ngrampal), Pasar Sambi (Sambirejo), Pasar Kadipiro (Sambirejo), dan Pasar Pucuk (Ngrampal). Renovasi ke empat pasar itu saat ini sedang berjalan. Selain itu Rp6 miliar untuk pembangunan Pasar Blimbing, Sambirejo. Proyek ini masih menunggu konsultasi Pemkab Sragen ke Kemendag.

"Yang empat pasar sudah mulai dikerjakan, mudah-mudahan bisa selesai sesuai jadwal," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sragen, Untung Sugihartono, Selasa (19/6/2018).

Dana Rp6 miliar untuk revitalisasi Pasar Blimbing dari Kemendag semula merupakan respons atas usulan revitalisasi Pasar Gemolong yang anggarannya sebesar Rp75 miliar. Tapi lantaran alokasi anggaran sangat jauh dari kebutuhannya, Pemkab Sragen bermaksud mengalihkan anggaran tersebut untuk revitalisasi Pasar Blimbing. "Masih konsultasi," kata dia.

Menurut Untung revitalisasi pasar tradisional menjadi program prioritas Pemkab Sragen. Tujuannya untuk memperkuat pasar rakyat sebagai simpul ekonomi. Jangan sampai pasar rakyat kalah dengan pasar modern.

Tak hanya membangun fisik pasar, menurut Untung Pemkab Sragen juga melakukan upaya promosi pasar. Contohnya dengan keteladanan belanja di pasar tradisional yang dilakukan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, beserta para pimpinan OPD beberapa pekan lalu. Diharapkan dengan adanya keteladanan dari Bupati dan jajarannya, kepercayaan rakyat kepada pasar tradisional kian kuat.

"Pasar-pasar rakyat kita saat ini bagus-bagus, bersih, dan rapi. Kesan kumuh, dan semrawut, semakin terkikis oleh program-program Pemkab," kata dia.

Untung juga berharap dengan semakin banyaknya warga yang belanja di pasar tradisional bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Sebab target PAD tahu 2018 mencapai Rp6 miliar. Apalagi tahun ini retribusi pasar hewan dialihkan ke Dinas Perikanan dan Peternakan. Di Sragen ada dua pasar hewan, yakni Pasar Nglangon dan pasar hewan di Sumberlawang.

"Ke depan akan terus kami programkan untuk revitalisasi pasar tradisional. Masih cukup banyak pasar yang belum tersentuh revitalisasi dengan renovasi atau bangun total." tutur dia.

Terpisah, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan pasar-pasar yang telah direvitalisasi dilengkapi fasilitas penunjang seperti seperti kamar mandi dan fasilitas MCK. Area parkir kendaraan yang lapang dan nyaman juga disediakan, termasuk musala, hidran, rumah pompa, dan penampungan air. Ada juga fasilitas kantor pengelola pasar, ruang tera, gudang, dan ruang khusus untuk menyusui.