17 Ruas Jalan Sukoharjo Dibenahi Setelah Lebaran

Pengendara motor melintas di jalan Solo-Jogja, perempatan dekat Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Sabtu (16/6 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
21 Juni 2018 01:00 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sukoharjo fokus memperbaiki 17 ruas jalan usai Lebaran 2018 atau semester II tahun ini. Sejumlah pekerjaan itu sudah masuk tahap pelelangan.

Diharapkan pada awal Juli 2018 proses penggarapan bisa dimulai. Salah satunya pengaspalan di Jalan Ir. Soekarno mulai patung Soekarno, Tanjunganom, hingga Bacem, Kecamatan Grogol. Kebutuhan anggaran 17 paket perbaikan jalan senilai Rp33,5 miliar berasal dari APBD Sukoharjo senilai Rp20 M dan sisanya dari dana alokasi khusus Rp13,5 miliar.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Sukoharjo, Suraji, dihubungi Solopos.com, Minggu (17/6/2018). Suraji menjelaskan arus mudik lancar seiring telah diperbaikinya ruas jalan rusak. Diakuinya masih ada ruas jalan belum diperbaiki misalkan ruas Jalan Songgorunggi-Serut, Kecamatan Nguter, berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri.

"Perbaikan jalan di ruas jalan tersebut masuk 17 paket," katanya.

Lebih lanjut, dia menyatakan selain perbaikan kerusakan jalan juga dilaksanakan pekerjaan perluasan bahu jalan. Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo tersebut menyebutkan ruas jalan Desa Bulu-Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu akan diperlebar.

Menurutnya, lebar bahu jalan dimulai dari simpang tiga Koramil Bulu hingga Desa Ngasinan.

"Lebar ruas jalan akan disamakan dengan yang sudah ada," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan Solopos.com, ruas jalan alternatif arah Banmati, Sukoharjo atau Desa Tanjung, Kecamatan Nguter lebar ruas jalan sempit. Saat dua mobil bersimpangan harus keluar bahu jalan agar tidak bersenggolan. Sedangkan di titik utara SMAN 1 Bulu, aspal jalan pecah dan membentuk punggung kerbau.

"Selama ini di antara pengguna jalan saling memahami. Apabila bersimpangan otomatis menepikan mobil masing-masing," ujar Istiyanto, warga Kecamatan Bulu.

Dia mengaku sering melewati jalan tersebut apabila hendak ke Nguter karena lebih dekat. "Ada Jembatan Brangkal dan setahun ini dibangun juga Jembatan Lengking sehingga banyak jalan alternatif. Jika bisa pelebaran jalan hingga Banmati, Desa Dalangan [Tawangsari]," katanya.

Dia bercerita kenyamanan pengguna jalan jika bersimpangan di titik simpang empat Brangkal ke arah Bulu sejauh 100 meter hingga 200 meter. "Selebihnya kurang lebar untuk dua mobil atau truk bersimpangan," tambah dia.

Permintaan perbaikan jalan juga disampaikan Cipto, warga Lengking, Kecamatan Bulu. Dia berharap ruas jalan Jembatan Lengking hingga pasar Lengking diperlebar. "Minimal ada pelabaran jalan sejauh 500 meter hingga satu kilometer. Utamanya ujung jembatan ke selatan [Pasar Lengking]. Jalan cor semen desa sudah rusak."