Sistem Zonasi, Ratusan Guru Sekolah Negeri di Solo Dimutasi

ilustrasi guru mengajar. (Solopos/Dok)
23 Juni 2018 05:00 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pendidikan (Disdik) Solo melakukan mutasi ratusan guru SDN dan SMPN atas nama pemerataan kualitas sekolah menyusul diberlakukannya sistem zonasi. Kepala Disdik Solo, Etty Retnowati, mengatakan mutasi ini dilakukan kepada guru yang telah mengajar selama puluhan tahun di satu sekolah yang sama.

“Sekitar 770 guru SDN dan SMPN telah dimutasi selama 2016 hingga 2017,” katanya Jumat (22/6/2018). Namun, Etty tidak memerinci berapa jumlah SDN yang dimutasi, demikian pula dengan jumlah guru SMPN.

Mutasi ini, lanjut dia, dibelakukan kepada guru SDN dan SMPN yang telah mengajar selama 15-20 tahun di satu sekolah yang sama. Menurut Etty, mutasi guru ini juga berlaku kepada para guru SDN dan SMPN yang dinilai masyarakat sebagai sekolah favorit. “Jadi mutasi ini jangan dinilai karena guru melakukan kesalahan, tapi semata-mata untuk pemerataan kualitas guru di setiap sekolah,” ungkapnya.

Dengan diberlakukannya sistem zonasi mulai penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019, imbuh dia, sudah tidak ada lagi sekolah favorit dan sekolah tidak favorit. “Kualitas sekolah nantinya semua sama karena kualitas gurunya juga sama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik Solo Budi Setiono, menambahkan mutasi guru SDN dan SMPN akan dilakukan pada 2018. “Masih dilakukan pendataan dan inventarisasi guru yang akan dimutasi,” ungkap dia tanpa menyebutkan jumlahnya.

Dia menambahakan kemampuan dan kualitas para guru dalam mengajar sebenarnya sama karena ilmu yang dimiliki juga sama. Hanya saja bila guru mengajar di sekolah dianggap favorit memang lebih mudah karena para siswa sudah terseleksi yang baik.

“Kalau guru mengajar di sekolah tidak favorit memang perlu ekstra, tapi pada intinya ilmu semua guru sama,” ujar Budi. Insetyonoto