11 Orang Meninggal di JLS Wonogiri

Korban kecelakaan lalu lintas di JLS tepatnya di perempatan Pule, Gedong, Pracimantoro, Wonogiri, Sabtu (23/6 - 2018). (Istimewa - Polres Wonogiri)
23 Juni 2018 21:04 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI – Jalan lingkar selatan (JLS) Wonogiri sudah menelan banyak korban. JLS ini tergolong maut, sejak difungsikan Januari 2018 tercatat 11 orang meninggal dunia di jalur maut itu. Terakhir, Sabtu (23/6/2018) pagi tadi dua orang meninggal dunia lantaran kecelakaan maut.

“Sejak difungsikan awal Januari lalu, kecelakaan sudah banyak terjadi di JLS. Itu karena JLS minim rambu lalu lintas. Perempatan yang ramai kendaraan juga tak dilengkapi lampu rambu lalu lintas. Kalau malam sangat gelap karena nihil penerangan,” kata Kapolsek mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Kecelakaan Wonogiri di JLS biasanya terjadi pada jam-jam rawan, yakni pukul 06.30 WIB-10.00 WIB dan 15.00 WIB-18.30 WIB.

Dia mengimbau kepada pengguna jalan tak mengebut meski arus kendaraan sepi. Saat melintas di perempatan lebih baik pelan-pelan supaya dapat mengamati laju kendaraan dari jalur lain.

Ada dua perempatan JLS ruas Pracimantoro yang masuk kategori rawan kecelakaan Wonogiri, yakni perempatan Sambiroto dan Pule.

Kapolsek melanjutkan setelah kejadian tersebut jajarannya memasang traffic cone di perempatan Pule. Selain itu petugas mengatur lalu lintas agar pengguna jalan lebih waspada. Langkah itu untuk mencegah kecelakaan kembali terjadi.

Camat Pracimantoro, Warsito, mengaku sebelum Ramadan pernah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait di tingkat pusat membahas JLS. Pada kesempatan itu dia dan polisi mengusulkan agar JLS diberi penerangan yang memadai dan rambu pendukung lainnya.

Menurut dia kecelakaan demi kecelakaan yang terjadi di JLS sudah selayaknya menjadi perhatian khusus. Camat berharap pihak terkait segera menindaklanjuti usulan.