Hiswana Migas Soloraya Belum Tahu Gas Melon Nonsubsidi Dijual Mulai 1 Juli

ilustrasi elpiji melon 3 kg. (Solopos/Dok)
24 Juni 2018 10:35 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Soloraya mengaku belum tahu mengenai kebijakan Pertamina menjual elpiji 3 kilogram  (gas melon) nonsubsidi mulai 1 Juli 2018. Perhimpunan pengusaha minyak dan gas bumi ini masih menunggu instruksi dari Pertamina.

Ketua Hiswana Migas Soloraya, Budi Prasetyo, mengatakan belum mengetahui detail rencana Pertamina  menjual elpiji 3 kg nonsubsidi ke masyarakat awal Juli nanti. Menurutnya, wacana ini sudah digaungkan sejak tahun lalu tetapi hingga sekarang tak kunjung terealisasi.

“Pada dasarnya kami siap-siap saja jika memang elpiji 3 kg nonsubsidi jadi dijual nantinya. Namun demikian, teknisnya nanti seperti apa kami menunggu,” tuturnya kepada Solopos.com, Sabtu (23/6/2018).

Budi mengatakan Hiswana Migas selalu mengimbau konsumen khususnya menengah ke atas untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi. Mereka terus diarahkan untuk memakai elpiji bright gas ukuran 5,5kg, 12 kg, dan elpiji biru 12 kg. Hal ini lantaran semestinya gas melon diperuntukkan masyarakat tidak mampu atau miskin.

Di sisi lain, stok gas melon berlimpah sehingga Hiswana tak kesulitan memenuhi permintaan yang melonjak selama Ramadan dan Lebaran. Ini lantaran Hiswana telah mengantisipasi sejak awal tahun untuk menyetok gas melon cukup banyak. Dengan demikian, berapa pun kenaikan kebutuhan akan gas melon ini bisa terpenuhi.

“Kalau memang nanti elpiji 3 kg nonsubsidi jadi dijual, tinggal penyalurannya serta demand pasar bagaimana,” imbuhnya.

Salah satu pemilik pangkalan elpiji, Hevy Setyana, mengatakan baru mengetahui soal rencana Pertamina  menjual elpiji 3 kg nonsubsidi dari media online. Namun begitu, pemilik stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tasikmadu, Karanganyar, ini mengaku siap menyalurkannya ke masyarakat.

“Saya selaku pangkalan baru tahu dari media online. Kalau ditanya bakal laku atau tidak, tentu akan tergantung dengan nilai yang ditawarkan elpiji nonsubsidi dan daya beli masyarakat,” paparnya.

Menurutnya, stok mingguan normal adalah 300 tabung. Sedangkan saat Lebaran lalu meningkat menjadi 500 tabung gas per pekan. Dia memprediksi kebutuhan ini akan normal pekan ini.