Segera Ditempati, Begini Kondisi Gedung Baru SMPN 5 Solo

Gedung baru SMPN 5 di Jl. Ring Road, Mojosongo, Jebres, Sabtu (23/6 - 2018). (Solopos/Insetyonoto)
24 Juni 2018 14:35 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Gedung baru SMPN 5 Solo  di Jl. Ring Road, Mojosongo, Jebres, bakal ditempati sebagai lokasi baru kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa sekolah itu mulai tahun ajaran ini. Syukuran penempatan gedung baru itu sudah digelar di gedung setempat, Sabtu (23/6/2018) lalu dihadiri Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo.

Pemindahan KBM siswa SMPN 5 Solo ke gedung baru di Mojosongo dilakukan bertahap dimulai pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019. Siswa baru kelas VII mulai menempati gedung SMPN 5 di Mojosongo saat dimulainya KBM pada 16 Juli.

Sementara itu berdasarkan pantauan Solopos.com, Jumat (22/6/2018), lingkungan gedung baru SMPN 5 di Mojosongo masih tampak gersang karena pohon yang ditanam di sisi lapangan masih belum tumbuh. Halaman depan gedung berlantai II itu juga tampak kosong dan lapang. Tidak tampak warga hijau rumput atau dedaunan, hanya tanah kering yang rata.

Di depan bangunan sekolah itu terpasang spanduk beruliskan gedung baru, SMP Negeri 5 Solo Menerima Siswa Baru Tahun Pelajaran Baru 2018/2019. Bangunan SMPN 5 tersebut menyambung menjadi satu dengan bangunan SDN Kendalrejo. SMPN 5 berada di sebelah timur sedangkan SDN Kendalrejo di sebelah barat.

Bangunan SMPN 5 Solo terdiri atas tujuh ruang kelas di lantai I dan delapan ruang kelas di lantai II. Lantai ruangan semua kelas sudah dikeramik warna putih, tapi masih kosong karena belum ada meja dan kursi untuk belajar.

Sedangkan ruang kelas di sebelah utara baik yang berada di lantai I sebanyak delapan ruangan dan di lantai II sebanyak enam ruangan masih berlantai tanah, belum dipasangi keramik. Kondisi semua ruang kelas juga kosong tanpa perabot.

Tersedia juga tiga kamar mandi di bagian belakang sekolah, tapi kondisinya terkunci. Menurut penjaga sekolah SDN Kendalrejo, Ny. Budi, kalau malam kondisi lingkungan SMPN 5 gelap karena tidak ada penerangan lampu. “Pulsa listrik sudah habis sejak beberapa waktu lalu belum diisi lagi sehingga kalau malam gelap,” jelasnya.

Lebih lanjut, perempuan paruh baya ini menjelaskan sejak Januari 2018 sudah tidak ada lagi aktivitas pekerjaan pembangunan gedung SMPN 5. Dia tidak mengetahui alasan berhetinya pembangunan gedung yang telah dikerjakan sejak Mei 2017 tersebut.

“Pak Wali [Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo] sering datang meninjau bangunan SMPN 5, terakhir menjelang Lebaran lalu datang,” ungkap Ny. Budi yang bersama suaminya telah 25 tahun menjadi penjaga SDN Kendalrejo.

Berdasarkan data yang terpasang pada papan pengumumam tentang pembangunan gedung SMPN 5 yang berada di depan bangunan nilai proyek pembangunan gedung tersebut senilai Rp9,207 miliar. Pekerjaan pembangunan SMPN 5 dimulai Mei 2017 selama 210 hari kalender. Pelaksananya PT Surya Cipta Sarana.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Solo, Joko Setyo Budi Wibowo, mengatakan meja dan kursi belajar akan didatangkan pada akhir Juni hingga awal Juli 2018. “Meja dan kursi nanti diambilkan dari meja dan kursi di gedung lama SMPN 5. Pada kegiatan belajar 16 Juli semua sudah siap,” kata dia kepada Solopos.com saat meninjau bangunan baru SMPN 5 di Mojosongo, Jumat sore.

Menurut dia, ruang kelas SMPN 5 di Mojosongo untuk sementara hanya ditempati siswa baru kelas VII. Sedangkan siswa kelas VIII dan IX masih menempati bangunan lama di Jl. Diponegoro. Dia menambahkan pada PPDB 2018/2019 akan menerima delapan rombongan belajar atau sekitar 256 siswa.

“Pemasangan paving halaman sekolah dan keramik di ruang kelas akan dilakukan bertahap,” imbuh dia.