Panwaslu Karanganyar Telusuri Laporan Politik Uang di Jatipuro

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
26 Juni 2018 18:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Karanganyar menerima laporan dugaan praktik politik uang (money politics) menjelang Pilkada 2018  di Kecamatan Jatipuro, Minggu (24/6/2018). Panwaslu Karanganyar masih menelusuri kasus itu dengan memintai keterangan sejumlah saksi.

Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa, mengatakan dugaan praktik politik uang itu dilaporkan tim sukses Juliyatmono-Rober Christanto ke Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Jatipuro. Terlapornya tim sukses Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih.

Barang bukti yang diserahkan pelapor berupa uang pecahan Rp20.000 dan kertas bergambar Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih. “Kami baru memintai keterangan empat orang yang terdiri dari seorang saksi pelapor, tiga orang saksi lainnya [termasuk yang diduga memberikan uang ke warga di Jatipuro]. Kami masih memintai keterangan seorang lagi selaku pemberi uang,” kata Kustawa saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (26/6/2018).

Kustawa mengatakan dari keterangan sejumlah saksi akan diplenokan bersama anggota Panwaslu Karanganyar  serta tim sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Karanganyar.

“Kami belum bisa menyimpulkan kasus di Jatipuro itu apakah masuk ke politik uang atau belum? Soalnya, masih ada upaya memintai keterangan. Prinsipnya, jika terbukti ada unsur politik uang, baik yang memberi maupun yang menerima dapat dikenai sanksi pidana,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, mengaku sudah menyosialisasikan agar menghindari politik uang di Pilkada 2018. “Segala bentuk pelanggaran [termasuk politik uang] kami waspadai. Hal ini juga sudah tersosialisasikan dengan baik ke masing-masing pasangan calon dan seluruh elemen warga di Karanganyar,” katanya.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, mengaku siap menerjunkan anggotanya sebanyak 500-an orang guna menjaga kondusivitas Pilkada di Karanganyar. Selain memperoleh bantuan dari TNI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, upaya menciptakan Pilkada yang damai dan kondusif perlu memperoleh dukungan dari seluruh elemen masyarakat di Bumi Intanpari.

“Pilkada 2018 berlangsung besok. Kami siap bekerja sama menjaga kondisivitas di Karanganyar,” katanya.