Pasar Jatiyoso Terbakar, Ini Solusi Pemkab Karanganyar

Petugas kebakaran dan anggota BPBD Karanganyar memadamkan api yang membakar kios dan los Pasar Jatiyoso pada Senin (25/6 - 2018). (Istimewa)
26 Juni 2018 20:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemkab Karanganyar akan menyiapkan tempat berjualan sementara bagi pedagang korban kebakaran Pasar Belang  Jatiyoso. Delapan kios dan tiga los darurat di pasar tersebut ludes dilalap si jago merah, Senin (25/6/2018).

Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop dan UKM) Karanganyar merilis data dampak kebakaran Pasar Belang Jatiyoso di Desa Tlobo, Jatiyoso, itu. Delapan kios darurat dan tiga los darurat terbakar.

Kios darurat yang terbakar itu milik Yati Kusumastuti, Wiyono, Sularni, Mulyadi, Siwiastuti, Santi, dan Harjo Sumarto. Siwiastuti memiliki dua kios. Sedangkan tiga los darurat terbakar terdiri dari satu los darurat milik Marni terbagi menjadi enam sekat, satu los darurat lain milik Marni dan Wiji terbagi menjadi tiga sekat, satu los darurat sisanya terbagi menjadi 24 lapak sayur.

"Pasar Belang Jatiyoso terbakar  karena korsleting. Yang terbakar delapan kios darurat dan tiga los darurat. Tidak ada korban jiwa. Ikut terbakar dua unit mesin penggiling dan satu sepeda motor. Kejadiannya pukul 15.30 WIB dan api bisa dipadamkan pukul 17.00 WIB oleh petugas pemadam kebakaran dari Karanganyar, Solo, dan Wonogiri," kata Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki, saat dihubungi Solopos.com, Senin (25/6/2018) malam.

Basuki, sapaan akrabnya, menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyiapkan solusi untuk pedagang korban kebakaran. Salah satunya menyediakan tempat berjualan sementara bagi pedagang korban kebakaran kios dan los darurat Pasar Belang, Jatiyoso dan menitipkan pedagang di pasar induk Belang, Jatiyoso.

"Kalau bisa dimasukkan ke bangunan induk Pasar Belang. Istilahnya dititipkan ke pasar baru. Pilihan itu kalau tersedia ruang cukup untuk lapak bongkar pasang. Misalnya, pedagang kelontong, sayuran. Tapi untuk warung makan, selepan tepung, mungkin kurang," tutur dia saat berbincang dengan wartawan, Selasa (26/6/2018).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, titik api kali pertama muncul dari salah satu kios di antara kios milik Wiyono dan Suroso. Dua kios itu berada di sisi paling barat. Suroso menjual keripik singkong.

Saat kejadian, dia sedang kondangan dan di kios hanya ada anaknya. Wiyono membuka jasa selepan tepung. Enam kios lainnya, kios pembuat tepung milik Triyanto, pembuat keripik milik Mulyadi, dua kios milik Siwiyastuti, pedagang satai ayam milik Santi, dan warung kelontong milik Harjo Sumarto.

"Masih ada lahan di belakang Pasar Belang sisi barat. Itu tidak terdampak kebakaran. Lokasi itu layak untuk berjualan sementara. Kalau pemulihan permanen menunggu kebijakan Pemkab," uajr dia.

Basuki menyampaikan Pemkab membangun kios dan los darurat itu dahulu. Bangunan terbuat dari kayu jati. Sebelum kebakaran, Pemkab berencana mengusulkan anggaran pemeliharaan pasar tradisional pada APBD Perubahan Rp200 juta.

"Setelah ini mungkin akan diajukan lebih banyak. Kalau jumlah kerugian, masih memproses penghitungan dari bagian aset. Laporan masuk meja Bupati dulu. Setelah itu dihitung aset pemerintah yang terbakar. Bangunan kayu jati yang terbakar itu Pemkab yang mendirikan."