Besok, 26 Warga Tirtomoyo Diperiksa soal Money Politics

Ilustrasi money politics (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
27 Juni 2018 19:35 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Sebanyak 26 warga lanjut usia (lansia) penerima undangan pembagian zakat maal diduga money politics bakal dimintai klarifikasi di Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, Kamis (28/6/2018).

Para warga lansia tersebut berstatus saksi. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Wonogiri melakukan klarifikasi jemput bola karena mempertimbangkan usia saksi yang rata-rata sudah lanjut.

Ketua Panwaslu Wonogiri, Ali Mahbub, mengatakan undangan klarifikasi telah disampaikan kepada masing-masing saksi pada Rabu (27/6/2018). “Klarifikasi yang seharusnya digelar Rabu ditunda menjadi Kamis karena menyesuaikan hari pencoblosan. Pada Jumat [29/6/2018], diharapkan sudah keluar hasilnya di rapat bersama penegak hukum terpadu [gakkumdu]. Meskipun jika nantinya pada Jumat belum keluar hasil, kami masih punya waktu dua hari setelah Jumat,” jelas Ali, saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Ali mengatakan berdasar klarifikasi pada Selasa (26/6/2018), salah satu terlapor, Isbani, mengaku tidak membagikan kaus bergambar pasangan cagub dan cawagub pada Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said dan Ida Fauziyah, kepada para lansia yang diundang pada pembagian zakat maal.

Isbani menyebut kaus tersebut berada di kursi yang kemudian diketahui salah satu orang yang diundang. “Tidak dibagikan, tapi undangan ada yang tahu. Nah, undangan ini tanya kausnya gambar apa dan dijawab pasangan nomor urut dua. Setelah itu, undangan meminta kaus tersebut untuk dibawa pulang. Isbani memperbolehkan asal tidak dipakai di lokasi pemberian zakat maal,” kata dia.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Mat Nawir, mengatakan Isbani adalah salah satu petugas ketertiban di salah satu TPS di Desa Sidorejo. Sebelumnya ia pernah menjadi anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

“Setelah ada laporan dugaan money politics, terlapor langsung dibebastugaskan dan diganti warga lain,” kata Nawir.