Jembatan Inspeksi Tirtonadi Solo Batal Pakai Kaca Penuh

Gambar desain jembatan kaca Tirtonadi, Solo. (Solopos/Dok)
28 Juni 2018 08:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menargetkan pembangunan jembatan  kaca di atas bendung Tirtonadi, Solo, bisa dimulai pada Juli dan selesai pada akhir Agustus mendatang.

Saat ini BBWSBS masih menunggu rampungnya proses fabrikasi jembatan inspeksi yang dikerjakan di Tangerang, Banten. Lagi pula BBWSBS juga masih menyelesaikan proses cor perletakan jembatan di aliran Kali Pepe hulu.

Konsultan Supervisi Proyek Penanganan Banjir Kota Solo Paket 3 (Kali Pepe Hulu), Mohammad Abdullah, mengatakan jembatan inspeksi Bendung Tirtonadi rencananya mulai dipasang pada pertengahan Juli 2018.

“Pertengahan bulan depan jembatan inspeksi mulai dipasang. Targetnya akhir Agustus proyek bisa rampung,” kata Doel, sapaan akrab Abdullah, saat diwawancarai Solopos.com, Rabu (27/6/2018).

Doel menyatakan BBWSBS batal membangun jembatan inspeksi Bendung Tirtonadi dengan mayoritas menggunakan bahan material kaca. Jembatan inspeksi akhirnya akan dibangun dengan perpaduan antara material kaca, pelat, dan membran.

Material kaca hanya dipakai untuk bagian dinding. Sementara bagian lantai, BBWSBS akan memanfaatkan material pelat dan atap menggunakan material membran. Doel menjelaskan pilihan itu diambil BBWSBS demi efisiensi anggaran perawatan jembatan inspeksi.

“Enggak jadi pakai kaca total. Pertimbanganya tidak lain ya terkait masalah pemeliharaan. Kami memandang penggunaan material pelat untuk lantai dan membran untuk atap ini lebih efisien,” jelas Doel.

Doel belum bisa memastikan apakah jembatan inspeksi Bendung Tirtonadi bakal dibuka untuk umum atau tidak setelah selesai dibangun pada Agustus mendatang. Pemanfaatan atau operasional jembatan inspeksi akan dibahas lebih lanjut dalam forum seminar yang rencananya diadakan pada Septermber 2018.

Doel tak menampik penggantian material lantai jembatan inspeksi dengan bahan pelat jelas bakal mengurangi sensasi atau tingkat adrenalin orang ketika berada di jembatan. Masyarakat jadi tak bisa melihat dengan leluasa kondisi di bawah jembatan.

Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWSBS, Andri Rachmanto Wibowo, juga menyebut jembatan inspeksi Bendungan Tirtonadi batal dibangun sepenuhnya dengan kaca. Hal itu diputuskan dengan berbagai pertimbangan, salah satunya menekan biaya perawatan jembatan.

Namun, terkait bentuk atau model, Andri memastikan jembatan inspeksi bakal dibangun sesuai rencana awal. Seperti diketahui, konsep pembangunan jembatan tersebut dibikin menyerupai jembatan perdamaian (bridge of peace) di Tbilisi, Georgia.

 

Tokopedia