ASN Solo Masih Gagap E-Office

ilustrasi jaringan internet e/office. (illustratiction.fr)
28 Juni 2018 14:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Jari jemari Sri Utami, 53, bergerak ragu-ragu di atas keyboard laptop saat belajar e-Office atau surat menyurat secara elektronik di kantornya, Selasa (26/6/2018). Sesekali anggota staf administrasi Bagian Humas dan Protokol Setda Solo ini bertanya kepada petugas Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) yang duduk di sampingnya.

“Maklum biasanya surat menyurat manual. Sekarang lewat online, jadi kagok,” katanya kepada Solopos.com.

Utami tak sendiri, ada puluhan aparatur sipil negara (ASN) lain yang juga tengah belajar e-office hari itu. Hal ini terkait kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menerapkan e-Office mulai 2 Juli nanti. E-Office adalah layanan aplikasi administrasi perkantoran, korespondensi surat menyurat, di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara elektronik.

Teknologi ini mulai disosialisasikan kepada jajaran Pemkot Solo untuk bisa diaplikasikan dalam pengiriman dokumen berupa surat. Aplikasi ini menjanjikan kemudahan dalam pengaksesan dokumen, penghematan kertas, dan penghematan tenaga, dan biaya untuk kurir.

“Mau tidak mau harus belajar,” timpal salah satu ASN dari Bagian Organisasi, Ignas Edwin Budi N.

ASN memang dituntut tak gagap teknologi seiring diberlakukannya layanan aplikasi administrasi perkantoran berbasis teknologi informasi atau e-Office sebagai upaya smart city.

Kepala Seksi (Kasi) Infrastruktur Diskominfo SP Taufan Redina mengatakan e-Office ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan reformasi birokrasi. E-Office merupakan reformasi pelayanan publik dalam surat menyurat secara kedinasan.

Program e-Office ini dinilai lebih mengefektifkan kinerja ASN dengan menggunakan sistem surat menyurat secara online. Sistem ini akan sangat membantu dalam administrasi perkantoran dan surat menyurat. Program ini pun akan bermanfaat secara internal.

Dengan itu, seluruh ASN Pemkot Solo  untuk paham teknologi informasi, termasuk ASN berusia di atas 50 tahun. “IT bukan lagi sebuah keahlian yang hanya dimiliki ASN yang berlatar belakang pendidikan IT. Namun IT saat ini telah menjadi satu komponen wajib yang harus dimiliki setiap ASN,” katanya.

Seluruh pelayanan masyarakat saat ini telah menggunakan IT. Bahkan laporan kegiatan masing-masing ASN juga dikerjakan menggunakan sarana IT. “Bagi yang belum bisa sudah ada pelatihannya sendiri. Mulai dari pelatihan dasar, lanjutan hingga mahir. Tidak ada alasan tidak bisa,” imbuhnya.

Tokopedia