Nyaris Sapu Bersih Sukoharjo, Ganjar-Yasin Kalah di 1 Kecamatan

Taj Yasin (kanan) dan Ganjar Pranowo (kiri) pada Debat Terbuka III PIlgub Jateng 12018 di Hotel Patra, Kota Semarang, Jateng, Kamis (21/6 - 2018). (Instagram/@kpujateng)
28 Juni 2018 12:15 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Jateng, Ganjar Pranowo-Taj Yasin, nyaris sapi bersih kemenangan di total 12 kecamatan di Sukoharjo saat pencoblosan Pilgub Jateng 2018, Rabu (27/6/2018).

Pasangan calon yang diusung PDIP dan sejumlah partai koalisi ini hanya kalah di satu kecamatan yakni Polokarto. Pengurus DPC PDIP Sukoharjo segera mengadakan evaluasi terkait hasil perolehan suara Pilgub Jateng tersebut.

Berdasarkan hasil real count di Kantor DPC PDIP Sukoharjo, perolehan suara Ganjar-Yasin di Kecamatan Polokarto mencapai 19.001 suara sedangkan Sudirman-Ida memperoleh 19.317 suara atau selisih 370 suara. Sementara hasil real count keseluruhan di Sukoharjo, Ganjar-Yasin mendapatkan 58,11% atau 218.282 suara sedangkan Sudirman-Ida mendapatkan 157.326 suara atau 41,89%.

Sekretaris DPC PDIP Sukoharjo, Wawan Pribadi, menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di sela-sela memantau proses rekapitulasi di Kantor DPC PDIP Sukoharjo, Kamis (28/6/2018). "Evaluasi pasti segera dilakukan apa penyebabnya karena perolehan suara di bawah target 70% hingga 80%. Secara real count perolehan paslon Gaya [Ganjar-Yasin] bisa 59% karena data yang masuk belum seluruhnya,” katanya.

Dia menyatakan evaluasi itu juga sebagai persiapan menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 mendatang. Terpisah, Ketua pemenangan paslon Sudirman-Ida di Sukoharjo, Sunoto, menyatakan Kecamatan Polokarto luar biasa. “Polokarto luar biasa bisa mengungguli pasangan nomor urut 1 [Ganjar-Yasin]. Alhamdulillah kami bersyukur atas capaian pasangan calon nomor urut 2 [Sudirman-Ida] di atas 42%.”

Menurutnya, perolehan suara tersebut di luar prediksi apabila melihat kekuatan pasangan calon nomor urut 1 yang didukung elemen super kuat dan super komplet. “Perolehan suara ini atas kerja keras dan kerja ikhlas dari tim koalisi empat partai, yakni PAN, Gerindra, PKB dan PKS serta para sukarelawan yang saling bahu membahu. Kami belum diberi kesempatan menang tetapi perolehan di Sukoharjo di luar prediksi," jelas dia.

Sunoto mengatakan banyak yang memprediksi di Sukoharjo pasangan Sudirman-Ida hanya akan mendapatkan perolehan suara 10% hingga 15%. Menurut dia, hal itu tak lepas dari kekompakan tim koalisi dan sukarelawan sehingga mendapatkan suara  maksimal. "Terima kasih juga kepada para saksi yang berjuang gigih melakukan tugas mereka,” jelasnya.

Hal senada disampaikan anggota tim lain, Samrodin. Dia menilai perolehan suara Sudirman-Ida menunjukkan kecerdasan dan kesadaran masyarakat Sukoharjo dalam berpolitik. Menurutnya, perolehan 42% cukup signifikan dan menggugah optimisme dalam menghadapi laga pemilu ke depan.

“Hasil akhir kami tetap menunggu perhitungan resmi dari KPU Sukoharjo. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan tim sukses atas doa, dukungan dan perjuangan sekuat tenaga dalam memenangkan paslon. Perjuangan tidak sia-sia.”

Komisioner KPU Sukoharjo Divisi Teknis, Ahmad Muladi, mengatakan masih melakukan update data. Menurutnya, hingga dini hari Kamis data masuk sudah 97,27% atau 1.316 TPS dari 1.353 TPS hasil penghitungan di setiap TPS sudah masuk.

Berdasarkan penghitungan itu, Ganjar Pranowo-Taj Yasin mendapatkan 57,85% atau 254.718 suara sedangkan pasangan Sudirman-Ida Fauziyah memperoleh 42,15% atau 190.714 suara. “Update data terus dilakukan dengan cara memindai C1 [berita acara perolehan] langsung ke website KPU.”