PPDB SMP Sragen, 807 Kursi Jalur Gakin Tak Terisi

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
28 Juni 2018 11:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kuota siswa baru dari jalur keluarga miskin atau siswa kurang mampu (SKM) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 Sragen  sebanyak 1.901 siswa di 48 sekolah menengah pertama (SMP) negeri tak terpenuhi. Jumlah SKM yang diterima hanya 1.094 orang sehingga menyisakan kuota 807 orang.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi, saat berbincang dengan Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (26/6/2018) siang. Suwardi menjelaskan sisa kuota jalur keluarga miskin (gakin) tersebut dimasukkan ke kuota reguler yang pendaftarannya dibuka Senin-Kamis (25-28/6/2018).

Dia menginformasikan khusus pendaftaran pada Rabu (27/6/2018) diliburkan karena untuk kepentingan pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018.

“Pendafataran dari jalur SKM dibuka pada Jumat-Sabtu [22-23/6/2018] lalu dan diumumkan pada Senin kemarin. Tidak terpenuhinya kuota gakin tersebut disebabkan para pendaftar tidak memenuhi syarat. Selain itu ada sejumlah sekolah yang tidak bisa memenuhi kuota SKM,” jelas Suwardi.

Berdasarkan hasil pengumuman PPDB online dari jalur SKM, di SMP  Negeri Gondang dari jumlah pendaftar jalur gakin sebanyak 44 siswa yang diterima 30 siswa. Demikian pula di SMPN 2 Gondang dari 51 pendaftar yang diterima hanya 31 siswa.

Di SMPN 1 Kalijambe dari 44 pendaftar yang diterima Cuma 12 orang dan di SMPN 2 Kalijambe dari 32 pendaftar jalur gakin tidak ada yang diterima satu siswa pun. Suwardi menyampaikan kuota gakin itu 20% dari total kuota sekolah.

Para siswa yang tidak terima di jalur gakin bisa mengikuti jalur reguler. Dia menyampaikan kuota siswa di 48 SMP negeri dari jalur reguler mencapai 8.540 siswa. Kuota tersebut sudah termasuk siswa kuota dari jalur SKM.

Berdasarkan jurnal PPDB online per Selasa siang, jumlah pendaftar di zona I dan zona II sudah terpenuhi 8.540 siswa. Zonasi tersebut berbasis kecamatan. Sisanya masuk ke SMP swasta yang jumlahnya untuk dua zona itu sementara ada 2.688 siswa. Pendaftar tersebut masih melewati tahapan analisis pada 30 Juni dan nanti pengumuman pada 2 Juli mendatang.

“Sistem zona ini diterapkan biar tidak ada stigma sekolah favorit dan sekolah tidak favorit. Pendaftaran zonasi itu didasarkan pada alamat domisili bukan alamat sekolah. Bagi siswa yang beralamat di Karangmalang diutamakan mendaftar di sekolah di wilayah Karangmalang. Zona I kuotanya 80% dari total kuota dan zona II kuotanya 20% dari total kuota,” ujarnya.

Dia menjelaskan sistem zonasi ini akan teruji pada tiga tahun ke depan karena sekolah favorit atau tidak favorit bisa diketahui pada tiga tahun ke depan. Hal ini menjadi tantangan bagi sekolah yang sekarang memiliki label sekolah favorit.

 

Tokopedia