Tol Soker Tak Diaspal, Ini Penjelasan Pengelola

Sosialisasi pembayaran sistem elektronik dengan e-money atau e-toll di Tol Soker, Boyolali, Selasa (26/6 - 2018). (Solopos/Aries Susanto)
28 Juni 2018 00:00 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Sejumlah warga pengguna jalan tol Solo Kertosono (Soker) mengeluhkan permukaan jalan yang tidak berlapis aspal. PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) memastikan permukaan jalan tol Soker  tidak akan diaspal, kecuali di sejumlah ruas yang tingkat kerataannya tidak memenuhi standar.

"Permukaan jalan tol itu tidak harus diaspal. Selama memenuhi ketentuan tingkat kerataannya, jalan tol tidak harus diaspal," jelas Direktur Utama PT JSN, David Wijayatno, saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela sosialisasi penggunaan transaksi nontunai Tol Soker di Gerbang Tol Sawahan, Ngemplak, Boyolali, Selasa (26/6/2018).

Penegasan David ini menjawab sejumlah keluhan pengguna jalan tol ihwal permukaan jalan tol yang tidak diaspal. Sejumlah pengguna tol pada arus mudik dan arus balik Lebaran menyayangkan permukaan tol Soker  yang tidak beraspal.

Menurut mereka, perbedaan jalan yang tak berlapis aspal dengan yang berlapis aspal sangat mencolok, terutama pada kenyamanan berkendara serta memengaruhi usia suku cadang ban.

"Kalau tidak beraspal, suara gesekan ban di jalan terdengar berisik di dalam kabin. Sementara kalau permukaan beraspal nyaris tak terdengar," jelas salah satu pemudik asal Jombang, Fahruddin, tempo hari kepada Solopos.com.

Tak hanya itu, sambungnya, permukaan jalan yang hanya berlapis cor beton memperpendek usia pemakaian ban. Pemilik kendaraan harus sering merogoh kocek untuk mengganti ban mobil. "Karena permukaan tol kan kasar, tidak sehalus aspal sehingga ban cepat tipis," imbuhnya.

Namun, keluhan warga ini menurut David tak selamanya benar. David berpendapat cepat dan lamanya usia ban di jalan tol itu tergantung pula dari cara mengemudi mobil. Jika sering menginjak rem saat melintasi tol, ban mobil cepat aus.

"Saya itu membuktikannya, perjalanan tol dari Bogor-Jakarta sering, hingga 100.000 km belum ganti ban," terangnya.

Menurut David, standar jalan tol harus dilapisi aspal ialah jika tingkat kerataan jalan lebih dari 4 meter/km. Selama kerataan jalan masih di bawah 4 meter/ km, permukaan tol tidak wajib diaspal.

"Beberapa ruas tol memang sebagian sudah kami aspal karena tingkat kerataan permukaan memang masih melebihi batas. Ini bisa dilihat banyak dari Colomadu-Sragen," jelasnya.

Namun, pada sejumlah ruas tol yang landai dan kerataannya masih normal tidak akan dilapisi aspal. Terkait evaluasi Tol Soker selama difungsikan saat Lebaran, David menyebutkan ada 15 kasus kecelakaan di ruas Colomadu-Ngawi.

Dari jumlah itu, kata David, 10 kali di antaranya terjadi malam hari dan lima kejadian pada siang hari. "Lima kejadian kecelakaan karena pengemudi mengantuk, tiga kejadian pecah ban dan tujuh kecelakaan karena kelalaian dan kecerobohan pengemudi," tambahnya.



Tokopedia