PKL Solo Kecewa Libur CFD Diperpanjang

Puluhan PKL berjualan di kawasan Gladak meskipun Pemkot Solo meliburkan Car Free Day (CFD) selama Lebaran, Minggu (17/6 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
29 Juni 2018 10:35 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) kecewa dengan kebijakan Pemkot Solo memperpanjang masa libur car free day (CFD) hingga Minggu (1/7/2018). Keresahan PKL makin bertambah karena Dishub Solo juga belum bisa memastikan penyelenggaraan CFD pada 8 Juli.

Sekretaris Paguyuban PKL CFD Jl. Slamet Riyadi Gawe Rejo, Eko Adi Nugroho, mengatakan peniadaan CFD selama tiga pekan karena Lebaran sudah terlalu lama. PKL sebenarnya ingin sekali bisa mulai kembali berjualan pada Minggu (24/6/2018) lalu.

Para PKL yakin dagangan mereka bakal laris manis pada H+8 Lebaran 2018 tersebut. Kondisi itu dinilai menguntungkan juga bagi Pemkot Solo karena keberadaan PKL bisa ikut mengangkat promosi wisata kuliner khas Solo di mata para pemudik.

"Sebetulnya pada 24 Juni kemarin para PKL berharap sudah bisa berjualan. PKL ingin mencari rezeki memanfatkan momen para pemudik yang kangen atau ingin makan makanan khas Solo. Tapi kan nyatanya tidak bisa dan ini malah saya dapat kabar CFD  akan diliburkan lagi. Kami tentu cukup menyesalkan hal itu," kata Eko, Kamis (28/6/2018).

Hingga Kamis sore, Eko belum menerima surat pemberitahuan dari Dishub terkait peliburan CFD pada 1 Juli. Dia berharap Dishub bisa segera menerbitkan surat pemberitahuan resmi agar PKL tak gamang.

Sebagai pengurus paguyuban, dia siap saja mematuhi kebijakan Pemkot tersebut. Eko siap juga menyosialisasikan informasi itu kepada para anggota jika telah terbit surat pemberitahuan resmi. Dia mengaku penasaran juga terkait pertimbangan Pemkot hingga akhirnya meliburkan CFD  lagi pada 1 Juli.

"Saya tidak tahu pasti pertimbangannya. Mungkin ada suatu hal yang sangat penting sehingga akhirnya CFD harus diliburkan lagi. Kami sebenarnya berharap pada 1 Juli besok sudah bisa jualan lagi. Kan kemarin libur Lebaran sudah sangat lama, yakni tiga pekan. Kami berharap tahun depan pemerintah bisa merencanakan CFD untuk wisata kuliner pada saat mudik Lebaran," jelas Eko.