Korban Abu Tours di Soloraya Jadi 150 Orang

Kanit IV Satreskrim Polres Solo Iptu Sudarmiyanto (kiri) memintai keterangan korban Abu Tours di Mapolresta Solo, Rabu (4/4 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
29 Juni 2018 18:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Jumlah korban dugaan penipuan umrah oleh Abu Tours  di wilayah Soloraya bertambah menjadi 150 orang dari sebelumnya 100 orang. Korban yang baru melapor ini diketahui dalam satu kelompok terbang (kloter) yang dijanjikan berangkat awal 2018 lalu.

Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Surakarta melayangkan surat panggilan kedua kepada pimpinan cabang biro jasa umrah PT Amanah Bersama Umat Abu Tours, Rusman Rachman. Pemanggilan pemeriksaan kedua ini rencananya dilakukan pekan depan.

“Kami sudah menyiapkan surat panggilan kedua yang ditujukan terhadap pimpinan Abu Tours cabang Solo. Surat panggilan kedua ini sebagai tindak lanjut setelah pimpinan Abu Tours mangkir pada panggilan pertama, 30 April lalu,” ujar Kanit IV Satreskrim Polresta Surakarta, Iptu Sudarmiyanto, mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (29/6/2018).

Sudarmiyanto mengungkapkan saat panggilan pertama pimpinan Abu Tours mangkir tanpa ada keterangan sama sekali. Ia berharap panggilan kedua pemeriksaan nanti hadir untuk memperlancar proses penyelidikan kasus penipuan dan penggelapan dengan modus biro jasa umrah murah.

“Kami memastikan surat panggilan sampai ke tujuan agar pimpinan cabang Abu Tours Solo bisa hadir di Mapolresta Surakarta,” kata dia.

Semua korban Abu Tours yang melapor sebanyak 150 orang, lanjut dia, telah menyerahkan semua bukti pelunasan pendaftaran umrah. Semua korban tersebut berasal dari Soloraya. Ia memperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena informasi yang beredar korbannya mencapai ratusan orang.

“Kami sampai sekarang telah memeriksa enam orang saksi dalam kasus Abu Tours. Enam orang saksi tersebut perinciannya satu orang dari pihak manajemen Abu Tours dan lima orang dari calon jemaah umrah,” kata dia.

Sudarmiyanto menjelaskan sampai saat ini belum memasang garis polisi di kantor Abu Tours Cabang Solo Jl. Adisucipto. Pemasangan garis polisi baru bisa dilakukan setelah polisi meningkatkan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Pekan depan kami melakukan gelar perkara setelah pemeriksaan semua saksi selesai semua,” kata dia.

Koordinator korban Abu Tours, Muhammad Dahlan Muladi, mengaku tidak yakin uang pendaftaran umrah milik semua korban bisa dikembalikan secara tunai. Sebagian korban masih ada yang berharap bisa diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Sejak kasus ini muncul saya sudah tidak percaya lagi. Semua korban berharap ada keadilan dengan memproses secara hukum pelaku agar tidak ada kasus penipuan umrah di kemudian hari,” kata Dahlan.



Tokopedia