Ternyata Ini Alasan CFD Solo Diliburkan 1 Juli 2018

Puluhan PKL berjualan di kawasan Gladak meskipun Pemkot Solo meliburkan Car Free Day (CFD) selama Lebaran, Minggu (17/6 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
29 Juni 2018 17:20 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan Pemkot sengaja memperpanjang libur Car Free Day (CFD) di Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Juanda usai tiga pekan tak beroperasi pada arus Lebaran 2018. Pemkot khawatir area CFD dijadikan ajang politis pada Minggu (1/7/2018).

“CFD diliburkan sampai hasil rekapitulasi Pilgub Jateng ditetapkan KPU [Komisi Pemilihan Umum]. Kita saling menjaga kondusivitas Kota Solo,” kata Rudy sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan di sela Peresmian Puskesmas Stabelan Solo, Jumat (29/6).

Rudy tidak menginginkan ada orang iseng dengan menggelar euforia pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada). Kondisi ini sangat riskan terjadi gesekan di masyarakat. Selain itu area CFD memang dilarang untuk kegiatan politik.

“Nanti ada saja gelar syukuran kemenangan atau apalah usai Pilkada, misalnya tumpengan atau apa pun. Itu tidak boleh di CFD,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Pedagang Kaki Lima (PKL) Dinas Perdagangan Solo, Didik Anggono, mengatakan telah menyosialisasikan libur CFD kepada para pedagang, baik di CFD Jalan Slamet Riyadi maupun Jalan Juanda.

“Di CFD ada 750-800 pedagang yang terbagi dalam tujuh zonasi. Kita sampaikan lewat koordinator tiap zonasinya,” kata Didik.

Untuk memastikan tidak ada pedagang yang berjualan, Pemkot akan menyiagakan petugas  di sepanjang Jl. Slamet Riyadi. Petugas akan diterjunkan mulai pukul 05.00 WIB atau sebelum pedagang mulai menggelar dagangannya.