Surat, Buku, dan Sajam Disita dari Penjual Bubur Sukoharjo

Warga melihat rumah kontrakan yang digeledah Densus 88 Antiteror di Dusun Tempel, Desa Purbayan, Baki, Sukoharjo, Kamis (28/6 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
29 Juni 2018 11:35 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menyita sejumlah barang di antaranya surat, buku, dan senjata tajam, dari penjual bubur ayam  yang diduga terlibat aksi terorisme bernama Ujang Syaefudin, warga RT 002/RW 002, Dusun Tempel, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Kamis (28/6/2018).

Ujang yang berasal dari Serang, Banten, dan tinggal di rumah kontrakan di Dusun Tempel ditangkap anggota Tim Densus 88 Antiteror saat berada di jalan sekitar pukul 12.30 WIB. Dia ditangkap seusai melaksanakan Salat Duhur di masjid yang tak jauh dari rumah kontrakannya.

Polisi lantas memasang police line di sekitar rumah itu. Kemudian anggota Densus 88 langsung menggeledah rumah untuk mencari barang bukti. Proses penggeledahan dilakukan selama lebih dari lima jam. Hal ini menarik perhatian warga setempat. Mereka berkerumun untuk menonton proses penggeledahan dari jarak lebih dari 20 meter.

Ujang dan istrinya sehari-hari berjualan bubur ayam di sekitar Perumahan Tiara Ardi, Purbayan, Baki. Biasanya, Ujang berangkat berjualan bubur ayam saat subuh. Kadang Ujang pulang ke rumah pada sore hari. Namun, kadang kala Ujang tiba di rumah pada malam hari.

Kepala Desa Purbayan, Budi Sriyanto, menyatakan berdasarkan informasi dari warga setempat, rumah kontrakan yang ditempati Ujang kerap digunakan untuk pertemuan. Beberapa orang berkumpul secara rutin di rumah itu. Namun, Budi tak mengetahui secara jelas apakah pertemuan itu berkaitan dengan aksi teror atau tidak.

Pengurus rukun tetangga/rukun warga (RT/RW) ikut menyaksikan proses penggeledahan rumah kontrakan Ujang. “Memang sering ada aktivitas atau pertemuan di rumah Ujang. Namun saya tidak tahu apakah berkaitan dengan aksi teror atau tidak,” papar dia.

Anggota Densus menyita satu kardus berisi surat dan buku serta senjata tajam (sajam). Sementara ini belum diketahui latar belakang keterlibatan Ujang dalam aksi teror di Indonesia.

“Saya hanya mengamankan proses penggeledahan rumah. Yang jelas, Ujang ditangkap anggota Densus pada siang hari,” kata Kapolsek Baki, AKP Sunarto, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi.