6 Lokasi di Sukoharjo Rawan Kekeringan, Pemkab Andalkan Sumur Dalam

Ilustrasi sawah kering saat musim kemarau. (Bisnis/Rahmatullah)
29 Juni 2018 23:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo memetakan enam lokasi rawan kekeringan memasuki musim kemarau. Sukarelawan bencana alam bakal memantau kondisi daerah rawah kekeringan.

Beberapa tahun lalu, wilayah Sukoharjo bagian selatan menjadi daerah rawan kekeringan seperti Bulu, Weru dan Tawangsari. Saat puncak musim kemarau, warga kesulitan mencari air bersih di wilayahnya masing-masing.

Sumber air seperti sungai dan bendungan mengering. Mereka mengandalkan pasokan air bersih yang disumbang para donator atau Pemkab Sukoharjo. Kini,daerah rawan kekeringan bertambah yakni sebagian wilayah Bendosari, Polokarto, dan Nguter.

“Kondisi geografis terdiri dari perbukitan dan pegunungan hampir serupa dengan wilayah Wonogiri. Kondisi tanah cukup gersang dan hanya ada beberapa sumber air yang menjadi andalan utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” kata  Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Alam BPBD Sukoharjo, Sarwiji, kepada solopos.com, Jumat (29/6/2018).

Kondisi geografis serupa terdapat di sebagian wilayah Bendosari dan Polokarto seperti di Desa Puhgogor, Paluhombo, Kenokorejo. Sebagian warga telah menjadi pelanggan PDAM Tirta Makmur Sukoharjo. Namun, tak sedikit warga yang mengandalkan sumber air di sejumlah lokasi.

Mereka bakal kelimpungan saat debit sumber air menyusut secara perlahan. Kala itu, warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk mandi, mencuci dan memasak. “Sukarelawan bakal memantau daerah rawan kekeringan selama musim kemarau. Mereka bakal berkoordinasi dengan perangkat desa setempat,” ujar Sarwiji.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo telah membuat sumur dalam di daerah rawan kekeringan. Jumlah sumur dalam di Sukoharjo lebih dari 30 sumur. Warga setempat bisa memanfaatkan sumur dalam selama musim kemarau.

Sebelumnya, Sekda Sukoharjo, Agus Santosa, menyampaikan para petani bisa mengoptimalkan mesin pompa air untuk menyedot air sungai selama musim kemarau. Dengan adanya pompa air maka pasokan air ke lahan pertanian tetap lancar kendati musim kemarau.

Pemkab telah membangun sejumlah sumur dalam untuk meminimalisasi dampak kekeringan terutama di wilayah Sukoharjo bagian selatan. “Sudah ada sumur dalam yang dibangun DPUPR Sukoharjo. Ini antisipasi apabila debit mata air menyusut saat musim kemarau,” kata dia.