2 Bulan, Progres Waduk Pidekso Wonogiri Hanya 2%

Alat berat tak beroperasi menyusulkan dihentikannya sementara proyek bendung Waduk Pidekso, Giriwoyo, Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa/Formastri)
29 Juni 2018 14:35 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Proyek pembangunan tapak galian bendung Waduk Pidekso di Dusun Mering, Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, baru mencapai 20%. Angka ini hanya bertambah dua persen dari akhir April lalu, setelah ganti rugi sebagian lahan terdampak dicairkan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Konstruksi Waduk Pidekso, Yoga Darmawan, mengatakan progres pembangunan yang lambat merupakan dampak pencairan ganti rugi lahan warga yang tersendat. Mereka kukuh menggelar aksi demonstrasi kecil-kecilan di sekitar lokasi untuk mendesak pencairan ganti rugi.

“Dana ganti rugi yang dibayarkan baru Rp300-an miliar. Dana itu merupakan pinjaman talangan dari kontraktor yang sudah dikembalikan lewat Lembaga Manajemen Aset Negara [LMAN] yang ditunjuk Kementerian Keuangan. Sisanya belum cair karena menunggu pembayaran lanjutan. Agak lama karena melewati proses berlapis. Ini yang terus menjadi kendala,” ucap Yoga saat dihubungi Solopos.com, Rabu (27/6/2018).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Charisal Akdian Manu, meminta masyarakat bersabar menunggu pencairan ganti rugi lahan. Ia meminta waktu hingga akhir tahun ini untuk menuntaskan seluruh proses pencairan.

Lamanya proses lantaran setiap pencairan harus melalui validasi oleh Kantor Pertanahan dan verifikasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Ini yang membuatnya lama. Siapa yang mau bertanggung jawab kalau ternyata data tidak valid. Jangan sampai ada kesalahan. Status legalitas, pemilik, luas, sertifikat, ahli waris. Sampai saat ini sudah cair 900-an bidang. Targetnya pada Desember harus tuntas. Pekerjaan konstruksi rampung tiga tahun [selesai 2021] dan bisa beroperasi di tahun keempat,” terangnya.

Charisal mengatakan pencairan terus dilakukan bertahap atau tak selesai sekali waktu. Ia mengklaim setiap pekan selalu ada pencairan ganti rugi. Sebagai informasi, total lahan terdampak sebanyak 1.634 bidang seluas 332,29 hektare.