Ditinggal Beli Mi Ayam, Kompor Bakar Rumah di Sragen

Warga menyingkirkan puing-puing di rumah Indradi, Kampung Jetis RT 005/RW 001, Sragen Kulon, Sragen, yang terbakar, Sabtu (30/6 - 2018). (Solopos / Tri Rahayu)
30 Juni 2018 21:30 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Dua musibah kebakaran terjadi di dua lokasi yang berbeda, Sabtu (30/6/2018). Lokasi pertama terjadi di Dukuh Putat RT 004, Desa Karangwaru, Kecamatan Plupuh, Sragen, pada pukul 11.30 WIB. Peristiwa kedua terjadi di Kampung Jetis RT 005/RW 001, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada pukul 14.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut hanya kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kapolsek Plupuh, Sragen, AKP Sunarso, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat ditemui Solopos.com, Sabtu siang, menyampaikan kebakaran itu diduga disebabkan ulah cucu korban sendiri yang bermain korek api.

Dia menjelaskan api itu tidak membakar rumah tetapi hanya menghanguskan gudang jerami milik Harto Sugiman, 65. “Kerugian diperkirakan hanya Rp1 juta,” ujarnya.

Keterangan Kapolsek tersebut sama dengan keterangan yang disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono. Dia menjelaskan petugas gabungan dari BPBD, pemadam kebakaran, dan Palang Merah Indonesia (PMI) ikut memadamkan api di Karangwaru.

“Kami menerjunkan lima personel BPBD untuk membantu tim pemadam kebakaran yang membawa dua unit mobil pemadam bersama personel PMI. Api bisa dipadamkan pada pukul 12.00 WIB,” ujarnya.

Peristiwa kebakaran kedua melalap rumah tinggal Indradi Bambang Suryono, 58, yang menumpang di rumah kakak iparnya, Mulyani, 63, di Kampung Jetis RT 005/RW 001, Sragen Kulon, Sragen. Peristiwa nahas itu bermula saat istri Indradi, Tiyah, 47, memanasi sayuran di rumah tinggalnya di lantai II.

Saat itu, Ia lupa mematikan kompornya dan ditinggal membeli mie ayam di warung pinggir jalan raya. Sesaat kemudian, tetangga setempat melihat ada asap mengepul di lantai II. Sontak warga menjadi panik dan langsung menghubungi pemadam.

“Kerugian bangunan diperkirakan mencapai Rp15 juta-Rp20 juta. Selain itu ada surat-surat penting, seperti sertifikat tanah, ijazah, akta, dan dokumen penting lainnya yang ikut terbakar bersama televisi dan kipas angin,” ujar Indradi saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Petugas Keamanan Kelurahan Sragen Kulon, Wagimin, menyampaikan peristiwa kebakaran itu segera dipadamkan oleh tim pemadam, PMI, dan BPBD Sragen. Api sempat merembet ke rumah tetangga tetapi hanya sebagian kecil yang kena. “Kebakaran ini diduga karena kelalaian korban karena lupa mematikan kompor saat ditinggal ke lantai bawah,” tambahnya.