107 Kali Donor Darah, Sarjimin Selamatkan Banyak Nyawa

Sekretaris PMI Kota Solo, Sumartono Hadinoto (tengah), berfoto bersama perwakilan sukarelawan penyumbang darah yang mendapatkan cincin emas di Kantor PMI Solo, Sabtu (30/6/2018). (Istimewa - PMI Solo)
01 Juli 2018 05:00 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sedikitnya 16 sukarelawan menerima cincin emas dari Palang Merah Indonesia (PMI) pusat. Pemberian cincin emas secara simbolis diberikan kepada PMI Solo.

“Kami memberikan secara simbolis 16 sukarelawan yang tercatat di PMI Solo telah menyumbangkan darah kepada orang lain sebanyak 100 kali. Pemberian penghargaan di berikan di Kantor PMI Cabang Solo,” ujar Sekretaris PMI Kota Solo, Sumartono Hadinoto kepada Solopos.com, Sabtu (30/6/2018).

Martono mengungkapkan sebanyak 16 sukarelawan menerima cincin emas ini sebelumnya pada akhir tahun 2017 juga menerima penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta. Kemudian oleh PMI pusat mereka diberikan cincin emas sebagai bentuk ungkapan terimakasih telah menjadi sukarelawan menyumbang darah.

“Dari sumbangan 16 sukarelawan ini telah menyelamatkan nyawa orang lain lebih dari 100 orang. Kami sangat mengapresiasi jiwa sosial mereka dalam menyelamatnya nyawa orang lain lewat sumbangan setetes daerah,” kata dia.

Kepala Unit Donor Darah PMI Solo, Kunti Dewi Saraswati, mengungkapkan jiwa sosial mereka patut ditiru bagi generasi muda sekarang. Mereka semua dengan rela mau menyumbangkan darah demi menyelamatkan nyawa orang lain.

“Kami berharap jiwa sosoal mereka dalam penyumbangkan darah tidak berhenti sampai disini. PMI siap memberisikan fasilitas kepada warga Solo yang mau menyumbangkan darahnya untuk orang lain bisa datang langsung ke Kantor PMI Solo,” kata Kunti.

Seorang sukarelawan penyumbang darah, Sarjimin, 55, mengaku telah menyumbangkan darahnya sebanyak 107 kali kepada orang lain. Sementara yang tercatat di PMI sudah 100 kali.

“Saya tidak meminta imbalan sedikitpun dari darahyang disumbangkan kepada orang lain. Niat saya murni menolong orang lain yang sedang membutuhkan darah,” kata dia.
Ia menambahkan banyak manfaat yang dirasakan selama aktif menyumbangkan darah salah satunya tidak pernah menderita sakit keras. Padahal usia sudah 55 tahun dan kondisi badan tetap sehat sampai sekarang.