Ribuan Orang Ikuti Jalan Sehat di Solo dan Serukan #2019GantiPresiden

Peserta Jalan Sehat yang diadakan DSKS melewati Jl. Slamet Riyadi Solo, Minggu (1/7 - 2018) pagi. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
01 Juli 2018 11:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ribuan orang mengikuti jalan sehat yang diadakan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama sejumlah organisasi maupun kelompok umat Islam di Soloraya, Minggu (1/7/2018) pagi.

Kegiatan Jalan Sehat Umat Islam Soloraya yang dimulai dari Lapangan Kota Barat tersebut diisi dengan muatan kampanye #2019GantiPresiden.

Berdasarkan pantauan solopos.com, sebelum memulai jalan sehat, panita lebih dulu menggelar sesi orasi. Sejumlah orang yang dipanggil ustaz maupun ustazah naik ke panggung untuk melakukan orasi, termasuk penyanyi sekaligus bintang film di era 1980-an, Neno Warisman yang diketahui aktif mengikuti gerakan #2019GantiPresiden.

Setelah itu, mereka mempersilakan para peserta melakukan jalan sehat mengitari Kota Solo. Peserta salah satunya dilewatkan Jl. Slamet Riyadi yang pada saat itu sedang tidak dipakai untuk kegiatan car free day (CFD).

Sebagian besar peserta jalan sehat memakai kaus warna putih bertuliskan #2019GantiPresiden. Bukan hanya orang dewasa, para peserta jalan sehat yang masih berusia remaja dan anak-anak juga mengenakan kaus serupa.

Beberapa dari mereka juga dibekali dengan bendera kecil yang diberi motif #2019GantiPresiden juga. Panitia Humas Jalan Sehat Umat Islam Soloraya, Endro Sudarsono, mengklaim jalan sehat kali ini diikuti oleh lebih dari 5.000 orang dari berbagai daerah di Soloraya. 

Endro menyebut kegiatan jalan sehat bertema Dengan Kebersamaan Menyongsong Kepemimpinan Islam di Indonesia lebih tepatnya adalah kegiatan moral masyarakat yang ingin ganti presiden.

"Dewan Syariah Kota Surakarta kali ini mengadakan jalan sehat bersama umat Islam Soloraya guna mengingatkan kepada masyarakat bahwa setiap lima tahun sekali di Indonesia ada tradisi pemilihan presiden, gubernur, bupati atau wali kota. Nah, 2019 kami mencoba mengedukasi masyarakat adanya ganti presiden dengan sebuah alasan bahwa masyarakat kecewa terhadap situasi kondisi masyarakat baik ekomomi, hukum, dan stabilitas negara. Makanya kami menginginkan ganti presiden lebih baik," kata Endro saat ditemui solopos.com, Minggu.

Endro memastikan panitia maupun peserta jalan sehat sama sekali tak menyodorkan atau mempromosikan nama sebagai solusi atas gerakan #2019GantiPresiden.

Neno Warisman juga menegaskan gerakan kali ini bukanlah gerakan politik tapi gerakan hati masyarakat.

"Kegiatan ini akan terus sampai 2019 nanti. Kami mau kabarkan ke masyaakat ini bukan gerakan politik, bukan organsiasi politik, bukan lembaga politik. Tapi gerakan hati masyarakat, social movement. Bagaimana kami ingin bisa mendorong masyarakat lebih cinta kepada negeri ini. Masyarakat harus mengerti akan negeri ini. Masyakat harus tahu dia harus memilih pemimpin yang sama dengan dirinya, yang mencintai negeri, yang mau melakukan hal yang terbaik," jelas Neno.  

Tokopedia