Stadion Manahan Solo Dibongkar Mulai 8 Juli

Stadion Manahan Solo. (Solopos/Hanifah Kusumastuti)
01 Juli 2018 22:30 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Solo menjadwalkan pembongkaran bangunan Stadion Manahan  bakal dimulai pada Minggu (8/7/2018) mendatang. Panitia Penjualan Barang Milik Daerah Dispora kini telah membuka pedaftaran bagi masyarakat yang berminat membeli barang bongkaran Stadion Manahan.

Panitia penjualan menetapkan limit harga bongkaran Stadion Manahan senilai Rp943,5 juta. Masa pendaftaran sendiri telah dibuka sejak Selasa (26/6/2018) lalu dan bakal berakhir pada Selasa (3/7/2018) pukul 14.00 WIB di Kantor Dispora Solo, Jl. Adisucipto No. 1, Kelurahan Manahan, Solo.

Setelah itu, panitia akan menggelar lelang penjualan pada Rabu (4/7/2018) pukul 10.00 WIB. “Bongkaran Stadion Manahan ini akan diberikan kepada mereka yang memberikan penawaran harga paling tinggi saat jadwal penjualan pada 4 Juli besok di Kantor Dispora,” kata Kabid Sarana dan Prasarana Olahraga Dispora Solo, Yusroni, saat diwawancarai Solopos.com, Minggu (1/7/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com di Kantor Dispora Solo, sedikitnya ada 12 bagian pada aset Stadion Manahan  yang bakal dihapus atau dijual. Ke-12 bagian bangunan tersebut dijual dalam satu paket.

Yusroni mengatakan penghitungan estimasi harga penghapusan bagian bangunan Stadion Manahan telah dilakukan pejabat ahli dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo sebagai tindak lanjut dari permohonan Kepala Dispora. Dia menyebut proses pembongkaran stadion bakal dilakukan tak lama setelah terjual kepada penawar tertinggi.

“Tahapannya, panitia akan lebih dulu melaporkan hasil penjualan ke Kepala Dispora. Kemudian Kepala Dispora mengeluarkan SK tentang penetapan pemenang. Baru setelah itu turun perintah pembongkaran,” jelas Yusroni.

Yusroni menyebut kurang lebih Dispora akan memberikan waktu 1,5 bulan kepada pemenang penjualan untuk membongkar Stadion Manahan. Jika jadi dimulai pada 8 Juli mendatang, masa pembongkaran stadion kebanggaan wong Solo tersebut ditarget bisa selesai pada 18 Agustus 2018.

Baru setelah itu dilaksanakan proyek Renovasi dan Pengembangan Stadion Manahan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Yusroni enggan berkomentar soal jadwal pembangunan maupun desain baru Stadion Manahan karena merasa bukan menjadi kewenangannya atau ranahnya untuk bicara hal itu.

Yusroni hanya bisa memastikan Kepala Dispora Solo Joni Hari Sumantri telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Batas Akhir Izin Sewa/Pengguna Tempat/Lahan di Lingkungan GOR & Stadion Manahan pada 11 Mei lalu. Di SE tersebut, Dispora menetapkan semua izin sewa pemakaian tempat di kawasan Stadion Manahan dan Gelora Manahan dibatasi sampai 31 Mei 2018 dan mulai 1 Juni 2018 ruangan sudah harus dikosongkan atau tidak ada kegiatan apa pun guna mendukung pembangunan fisik Stadion Manahan.

Namun, terkait kegiatan masyarakat yang bersifat lebih dinamis seperti olahraga lari maupun kegiatan Sunday Market di dalam Gelora Manahan, Yusroni belum bisa menjawab apakah akan ikut dibatasi atau tidak saat proses pembongkaran maupun pembangunan Stadion Manahan.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) milik Kementerian PUPR, Minggu pukul 15.45 WIB, proses lelang pekerjaan proyek Renovasi dan Pengembangan Stadion Manahan kini telah mamasuki tahap upload berita acara hasil pelelangan. Penandatanganan kontrak megaproyek senilai Rp324 miliar tersebut dijadwalkan pada 16 Juli.