Panwaslu Sukoharjo Setop Pengusutan Kasus Bagi-bagi Kaus

Ilustrasi money politics (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
01 Juli 2018 17:30 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sukoharjo menghentikan pengusutan kasus dugaan pelanggaran pemilu berupa pembagian kaus  bergambar pasangan calon nomor urut dua Sudirman Said-Ida Fauziyah di Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto. Hal itu disebabkan minimnya bukti dan kredibilitas saksi yang ternyata mengalami gangguan jiwa.

Kasus itu mencuat sehari menjelang pencoblosan Pilgub Jateng 2018 atau Selasa (26/6/2018) malam. Kala itu, pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) mencurigai ada warga yang membagikan kaus bergambar pasangan calon peserta Pilgub Jateng 2018.  Padahal, saat itu masih masa tenang.

Panwaslu langsung turun lapangan untuk menghimpun keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian. Mereka juga memanggil pengawas TPS untuk dimintai keterangan secara detail dan terperinci. Hasil keterangan pengawas TPS dan sejumlah saksi dikaji secara mendalam.

“Pengusutan kasus tak bisa dilanjutkan lantaran kekurangan bukti. Tanpa bukti kuat, penyidikan kasus tak bisa berlanjut,” kata Komisioner Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslu Sukoharjo, Rohmad Basuki, kepada Solopos.com, Minggu (1/7/2018).

Selain itu, salah satu saksi yang telah dimintai keterangan mengalami gangguan jiwa. Dia sering berobat rutin ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Solo. Keterangan dari saksi tak dapat dipertanggungjawabkan secara sempurna lantaran mengalami gangguan kejiwaan.

Selain telah memeriksa saksi, Panwaslu menyita satu potong kaus bergambar pasangan calon yang menjadi barang bukti. “Satu kasus serupa lainnya di Dusun Tugurejo, Desa Polokarto, juga kemungkinan dihentikan karena usia terlapor masih di bawah umur,” ujar dia.

Sesuai aturan, aktivitas kampanye dilarang selama tiga hari masa tenang menjelang pencoblosan. Petugas pengawas pemilu lapangan (PPL) di desa/kelurahan dan anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) disebar untuk mengawasi apabila terjadi kasus pelanggaran pemilu saat pesta demokrasi lima tahunan itu.

Sementara itu, seorang tokoh pemuda di Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Yusuf Aziz, menyatakan warga setempat berkomitmen menjaga kondusivitas keamanan dan mengawal agar proses pencoblosan berlangsung jujur, adil, dan tanpa kecurangan.

Mereka solid menjaga proses demokrasi berjalan dengan semestinya. Dia membantah apabila ada kasus pembagian kaus bergambar pasangan calon saat masa tenang Pilgub.