Kades Purworejo Sragen Dituding Berbuat Asusila dengan Warganya

Ilustrasi penggerebekan. (okezone.com)
01 Juli 2018 16:20 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kepala Desa (Pemdes) Purworejo, Kecamatan Gemolong, Sragen, Ngadiyanto, diterpa isu miring terkait perbuatan asusila. Ngadiyanto dituding berbuat asusila dengan warganya asal RT 005 berinisial K. Perempuan itu beberapa tahun terakhir ditinggal suaminya merantau.

Perbuatan itu dikabarkan terjadi pada Kamis (28/6/2018) dini hari. Tuduhan itu berasal dari beberapa warga Dukuh Bogorame dengan dasar indikasi Ngadiyanto sering bertamu di rumah K di waktu tak wajar.

Termasuk pada Kamis dini hari, beberapa warga menuding Ngadiyanto bertamu di rumah K pukul 00.00 WIB hingga 01.00 WIB. Sepeda motornya diparkir di kebun jati pinggiran dukuh itu.

Saat itu beberapa warga bermaksud menggerebek sang kades, tapi tidak berhasil. Lalu pada Sabtu (30/6/2018) malam beberapa warga mendatangi ketua RT 005 agar mendatangkan Kades.

Tujuannya untuk dimintai keterangan atau klarifikasi dugaan itu. Gejolak warga Bogorame didengar Camat Gemolong, Joko Suratno, yang langsung memanggil Ngadiyanto untuk dimintai klarifikasi.

Saat proses klarifikasi sekitar pukul 23.00 WIB di Kantor Kecamatan Gemolong, Ngadiyanto membantah segala tuduhan perbuatan asusila  yang ditujukan terhadapnya. Dia pun menyatakan siap memberikan klarifikasi kepada warga.

Rencananya, proses klarifikasi itu akan dilakukan pada Senin (2/7/2018) di Kantor Kecamatan Gemolong. Klarifikasi tersebut akan menghadirkan Ngadiyanto dan perwakilan warga yang curiga.

Sedangkan Ngadiyanto saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Minggu (1/7/2018), membantah tudingan dirinya berbuat asusila dengan K pada Kamis dini hari, dan digerebek warga. Menurut dia, pada Rabu malam selepas Isa hingga pukul 23.00 WIB dia berada di Balai Desa Nganti, Gemolong, untuk membuat SPj anggaran. Saat itu dia bersama Kades Nganti, Suwondo M.

Sekitar pukul 23.00 WIB dia bergeser ke warung makan di Pertigaan Ngebuk hingga sekitar pukul 23.45 WIB. "Setelah itu saya pamit untuk takziyah [melayat] di rumah salah satu warga," tutur Ngadiyanto.

Ngadiyanto melayat hingga sekitar pukul 00.40 WIB. "Saat itu ada saksi Pak Bayan. Sekitar pukul 00.40 WIB saya pulang lewat RT 006 ke utara," sambung dia.

Ngadiyanto mengaku sudah menjelaskan secara detail kegiatan dan keberadaannya pada Rabu malam hingga Kamis dini hari. Dia pun siap dimintai klarifikasi pada Senin siang.

"Besok [Senin] saya mau dimintai klarifikasi lagi di kecamatan dengan pihak-pihak yang mengadukan saya. Tapi saya tidak tahu siapa yang mengadu itu, dan kepada siapa mereka mengadu," kata dia.

Ngadiyanto menilai nama-nama yang dia sebut bersama dirinya pada Rabu malam hingga Kamis dini hari juga dimintai klarifikasi. Tujuannya agar keterangan yang dia berikan bisa di-crosscheck.

"Ada Pak Kades Nganti, Pak Suwondo; Bendahara Kecamatan Gemolong, Masmudi; dan teman Pak Masmudi, Eko. Jadi tidak benar saya berbuat asusila dan digerebek warga," imbuh dia.

Ngadiyanto mengaku sudah mengantongi beberapa nama yang diduga menyebarkan informasi dirinya berbuat asusila. Ada beberapa motif yang menurut dia melatarbelakangi perbuatan itu.

Motif itu mulai dari persoalan pribadi warga dengan Ngadiyanto hingga motif politik menjelang Pilkades Purworejo tahun depan. "Pilkades sini digelar tahun depan," terang dia.

Di sisi lain, sejumlah warga Purworejo mengaku sudah mendengar isu perbuatan asusila yang melibatkan sang kades. Tapi situasi desa tetap kondusif.

Terpisah, Camat Gemolong, Joko Suratno, mengonfirmasi adanya upaya klarifikasi menghadirkan Kades Purworejo dengan pihak-pihak yang menuding terjadinya perbuatan asusila.

"Semalam Pak Ngadiyanto sudah saya mintai keterangan dan menyatakan membantah semua tuduhan. Agar semua cepat klir, besok [Senin] dia akan kami pertemukan warga," kata dia.

 

Tokopedia