PPDB Klaten Dimulai Besok, Pendaftar Bawa Akta Kelahiran dan KK Asli

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
01 Juli 2018 13:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten memastikan fotokopi akta kelahiran dan kartu keluarga (KK) sebagai syarat pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tak perlu dilegalisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Kepastian itu berdasarkan surat edaran (SE) tertanggal Jumat (29/6).

SE itu ditandatangani Kepala Disdik Klaten, Sunardi. Persyaratan KK dan akta kelahiran ditegaskan cukup berupa fotokopi tanpa dilegalisasi dan menunjukkan aslinya kepada petugas saat registrasi. Persyaratan itu berlaku untuk pelaksanaan PPDB SD, SMP, SMA, serta SMK.

“Kami sudah sampaikan ke kepala sekolah agar tidak perlu membuat persyaratan untuk akta kelahiran dan KK. Cukup menunjukkan aslinya kepada petugas saat registrasi,” kata Sunardi saat dimintai konfirmasi, Jumat (29/6/2018).

Sunardi membenarkan SE keluar setelah antrean di Disdukcapil belakangan membeludak lantaran banyaknya warga yang datang untuk legalisasi akta kelahiran dan KK. Jumlah antrean legalisasi per hari bisa mencapai 3.000 lembar.

“Ya termasuk kami memberikan pelayanan secepatnya dan semudah-mudahnya. Yang penting bisa dipertanggungjawabkan karena itu untuk kepentingan siswa,” ungkapnya.

PPDB SD dan SMP negeri digelar pada Senin-Rabu (2-4/7/2018). Untuk PPDB SMP negeri di 65 sekolah bakal dilakukan secara online. Zonasi PPDB SMP negeri ditentukan berdasarkan wilayah eks kawedanan dari alamat sekolah setempat.

Sementara itu, PPDB SMA negeri di 15 sekolah dilakukan secara online. PPDB online lewat satuan pendidikan di 15 sekolah itu dijadwalkan Senin-Jumat (2-6/7/2018) mendatang.

Ketua MKKS SMA di Kabupaten Klaten, Kawit Sudiyono, mengatakan zonasi sekolah ditentukan berdasarkan kecamatan yang berbatasan dengan alamat sekolah setempat. “Zonasi menurut kecamatan sekolah setempat dan kecamatan yang beririsan dengan kecamatan sekolah itu,” kata Kawit yang juga Kepala SMAN 1 Klaten tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, zona 1 SMAN 1 Klaten meliputi Kecamatan Klaten Selatan, Klaten Tengah, Kebonarum, Klaten Utara, Ngawen, Kalikotes, dan Jogonalan. Zona 1 SMAN 2 Klaten meliputi Klaten Selatan, Wedi, Klaten Tengah, Kebonarum, Jogonalan, Ngawen, Klaten Utara, dan Kalikotes.

Zona 1 SMAN 3 Klaten meliputi Kecamatan Klaten Utara, Klaten Tengah, Klaten Selatan, Ngawen, Kebonarum, Kalikotes, Ceper, Trucuk, dan Karanganom. Sementara, zona 1 untuk SMAN 1 Karanganom meliputi Kecamatan Karanganom, Jatinom, Polanharjo, Tulung, Ceper, dan Ngawen.

Dengan zonasi itu, ada pembatasan kuota jumlah siswa dari luar zona. “Untuk luar zona maksimal 10 persen. Jadi, calon siswa dimaksimalkan untuk yang dari dalam zona,” kata Kawit.

Terkait syarat pendaftaran berupa fotokopi akta kelahiran dan KK, Kawit menegaskan tak perlu dilegalisasi dari Disdukcapil. Calon siswa cukup membawa fotokopi tanpa dilegalisir dan menunjukkan dokumen aslinya kepada petugas saat registrasi.

“Kasihan petugas Disdukcapil dan calon siswa. Di Klaten itu lulusan SMP sekitar 15.000 orang. Akhirnya kemarin ada perintah lagi yang penting menunjukkan dokumen asli sementara fotokopi akta dan KK ditinggal tanpa harus dilegalisasi,” jelasnya. 

Tokopedia