Pemkot Solo Luncurkan Aplikasi SIGA, Ini Tujuannya

Peluncuran aplikasi Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) oleh Pemkot Solo. (Solopos/Nicolaus Irawan)
02 Juli 2018 04:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA). Aplikasi tersebut selain memenuhi kebutuhan informasi cepat, tepat, dan terpadu, sekaligus mendukung kebijakan Pemkot Solo dalam Pengarusutamaan Gender (PUG) dan pemenuhan hak anak di Kota Bengawan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DMPPPA) Solo, Widdi Srihanto, mengatakan data gender dan anak merupakan elemen pokok bagi terselenggaranya Pengarusutamaan Gender (PUG) dan pemenuhan hak anak di berbagai bidang pembangunan. Data tersebut memberikan sumbangan besar bagi perumusan isu gender yang pada akhirnya berkontribusi bagi penyelenggaraan kegiatan responsif gender.

“Kita tahu isu gender dan anak selama ini kurang diperhitungkan dalam berbagai proses kebijakan pembangunan daerah,” katanya ketika dijumpai wartawan di sela-sela peluncuran aplikasi SIGA di kantor DPMPPPA, pekan lalu.

Aplikasi tersebut bisa diakses melalui website http://surakarta.simgender-anak.com/. Menurutnya, masalah utama yang selalu mengemuka adalah ketersediaan data terpilah insiden khusus yang responsif gender dan anak kurang memadai.

Persoalan ini makin berantai manakala penyedia data pembangunan selama ini kurang memperhatikan pentingnya data terpilah sebagai dasar penyelenggaraan perencanaan penganggaran. Hal ini terjadi karena belum optimalnya peraturan, lembaga, dan mekanisme dalam penyelenggaraan data gender dan anak.

Selain itu kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga belum optimal serta sistem database sebagai penunjang utama ketersediaan data masih terbatas. “Jadi untuk mengatasi permasalahan itu diperlukan data terpilah menurut jenis kelamin dan umur sebagai pembuka wawasan,” katanya.

Melalui SIGA, Widdi berharap mampu memudahkan Pemkot dalam menyusun perencanaan penganggaran untuk mengurangi kesenjangan atau ketimpangan laki-laki dan perempuan, maupun anak laki-laki dan anak perempuan. Sistem data gender dan anak tersebut juga diatur dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Data Gender dan Anak.

“Nah SIGA ini nanti mampu membantu perencana dalam mengintegrasikan data gender ke dalam perencanaan pembangunan daerah,” katanya.

Widdi mengatakan program SIGA diluncurkan untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam pengarusutamaan gender dan anak, serta mempermudah komunikasi data dalam penyediaan data pilah gender dan anak. “Di kalangan institusi atau organisasi pemerintah  juga mempermudah dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender dan anak,” katanya.

Dia mengatakan aplikasi SIGA menjadi media interaksi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam pengarusutamaan gender dan anak secara terpadu. Sebagai langkah terwujudnya e-Goverment Pemerintah Daerah.