Kabel PLN Melintang Jalan Ganggu Proyek Flyover Manahan Solo

Jalur lambat Jl. M.T. Haryono, Manahan, Solo, rusak karena banyaknya kendaraan melintas saat pengalihan arus akibat proyek pembangunan flyover Manahan. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
02 Juli 2018 17:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) menargetkan proyek pembangunan jalan layang (flyover) Manahan Solo yang dikerjakan kontraktor PT Yasa Patria Perkasa bisa rampung pada 5 Oktober 2018.

Site Manager PT Yasa Patria Perkasa, Ari Wahyudi, mengatakan hingga Senin (2/7/2018), pembangunan  flyover Manahan telah mencapai 35%. Capaian tersebut diklaim sesuai dengan target atau rencana PT Yasa Patria Perkasa. Dia optimis 65% sisa pengerjaan proyek pembangunan flyover dapat dicapai dalam kurung waktu empat bulan ke depan. 

“Proyek berjalan on schedule. Sekarang progress-nya sudah mencapai 35% selesai. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar sehingga kami bisa menyelesaikan pekerjaan pada awal Oktober,” kata Ari saat ditemui solopos.com di kantor proyek pembangunan flyover Manahan di Jl. Hasanuddin, Mangkubumen, Solo, Senin (2/7/2018).

Ari menyampaikan PY Yasa Patria Perkasa butuh dukungan dari beragai pihak untuk bisa mengejar target pembangunan flyover selesai tepat waktu. Dia mengungkapkan pihaknya kini mengalami sedikit kendala terkait keberadaan kabel milik PLN yang masih melintang di Jl. dr. Moewardi dan Jl. M.T. Haryono.

“Kami ada kendala di utilitas. Di Jl. dr. Moewardi masih ada kabel melintang. Kalau tidak dipindah, kabel akan mengganggu pekerjaan kami. Pasalnya, dalam melakukan pengecoran, kami perlu menaikkan alat mixer ke ke atas. Alat bisa saja nyangkut jika kabel belum dipindah. Di Jl. M.T. Haryono kendalanya juga sama,” jelas Ari.

Ari mengatakan setelah diberi laporan, beberapa petugas PLN langsung melakukan survei di lapangan. Petugas PLN memberi keterangan kepada kontraktor jika tidak bisa memindah kabel pada saat itu juga karena perlu mencari akses lokasi pengganti yang paling tepat.

“PLN sudah survei ke lapangan. Katanya lagi cari akses buat mindah jalur kabelnya. Harapanya tentu hal itu bisa diselesaikan secepatnya karena kami juga dikejar target. Keinginan kami dari awal kerja di sini kan lahan sudah siap. Lahan sudah terbebas dari utilitas yang diselesaikan oleh Pemkot dan pihak terkait,” tutur Ari.

Pejabat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Semarang, Herdian Syahputra, menerangkan pembangunan flyover Manahan memang tak butuh waktu lama. Pasalnya, flyover Manahan tengah dibangun dengan teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP).

Teknologi CMP merupakan pengembangan teknologi timbunan ringan mortar busa dengan struktur baja bergelombang. Teknologi CMP sebelumnya pernah digunakan juga oleh KemenPUPR saat membangun flyover Antapani di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar).