Pilkades 167 Desa di Sragen Setelah Pemilu 2019

ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos/Whisnu Paksa)
02 Juli 2018 14:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 167 desa pada akhir tahun 2019 atau setelah penyelenggaraan Pilpres dan Pileg tahun 2019.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, saat diwawancarai wartawan, Jumat (29/6/2018). "Pilkades serentak setelah Pilpres. Waktunya belum pasti," ujar dia.

Tapi Tatag tak menjelaskan lebih jauh ihwal tahapan pilkades. Dia hanya meminta agar unsur penyelenggara pilkades mau pun bakal calon kades segera mempersiapkan diri terkait syarat pendaftarannya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintah Desa Setda Sragen, Suhariyanto, saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat, mengatakan desa yang akan menggelar pilkades tersebar di 20 kecamatan.

Menurut dia Pemkab berencana menggelar pilkades serentak setelah pesta demokrasi Pilpres dan Pileg 2019. Walau diakui dia sejauh ini belum ada instruksi atau surat edaran dari pemerintah pusat.

"Jadwal pilkades tahun depan di bulan November atau Desember," kata dia. Tapi Suhariyanto menyatakan tidak menutup kemungkinan jadwal tersebut berubah bila ada instruksi dari pemerintah pusat.

Opsi waktu pelaksanaan pilkades pada akhir 2019 lantaran tidak memungkinkan menggelarnya sebelum Pilpres dan Pileg. "Bila nanti ada petunjuk lebih lanjut ya tinggal menyesuaikan jadwal," terang dia.

Tapi Suhariyanto berharap agenda Pemkab Sragen menggelar pilkades pada akhir 2019 tidak diundur. Sebab bila terjadi pengunduran jadwal Pemkab harus menyiapkan pelaksana tugas (Plt) kades.

Berdasarkan data Bagian Pemdes Setda Sragen, sebanyak dua kades akan habis masa jabatannya tahun 2018. Sedangkan 165 kades masa jabatannya berakhir periode Maret-Desember 2019.

Dua kades yang masa jabatannya berakhir tahun ini yaitu Kades Duyungan (Sidoharjo), dan Kades Karanganom (Sukodono). Masa jabatan dua kades tersebut berakhir pada 06 Desember 2018.

Ketua Komisi I DPRD Sragen, Suroto, menyabut baik jadwal pelaksanaan Pilkades serentak di 167 desa pada tahun depan, tepatnya setelah penyelenggaraan Pilpres dan Pileg 2019.

Dengan pemilihan waktu itu menurut Suroto pilkades serentak bisa lebih kondusif. "Semangatnya menjaga kondusivitas wilayah bila pilkades serentak digelar setelah Pilpres dan Pileg," ujar Suroto.

Politikus PKB tersebut meminta Pemkab Sragen menyiapkan segela kebutuhan untuk pelaksanaan pilkades serentak. Jangan sampai karena ketidaksiapan pemerintah, pelaksanaan pilkades kacau.

"Karena pilkades ini serentak di sekitar 167 desa, sangat penting untuk menyiapkan segala sesuatunya. Targetnya agar pelaksanaan pilkades berlangsung lancar dan tertib," seru dia.