Dishub Solo Siap Gandeng Sukoharjo Atasi Macet Flyover Purwosari

Perlintasan KA Purwosari Solo. (Solopos/Dok)
03 Juli 2018 15:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo membuka kemungkinan menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk mengantisipasi masalah kemacetan arus lalu lintas selama proses pembangunan flyover Purwosari, akhir tahun ini.

Dishub akan meminta Pemkab Sukoharjo mengarahkan kendaraan besar khususnya dari arah barat yang ingin masuk Solo tidak lewat Jl. A. Yani Pebelan-Jl. Slamet Riyadi Solo saat perlintasan sebidang Purwosari ditutup untuk pembangunan flyover di lokasi tersebut. Kendaraan dari arah barat diarahkan masuk Jl. Slamet Riyadi Kartasura-Makamhaji.

"Opsi itu bisa saja. Tapi kami akan menunggu dulu kepastian DED terakhir. Kami juga perlu menunggu adanya dokumen andalalin [analisis dampak lalu lintas]. Infonya andalalin baru akan diajukan Dinas PUPR pada anggaran perubahan ini," jelas Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, saat diwawancarai Solopos.com, Senin (2/7/2018) sore.

Ada kemungkinan kendaraan roda dua maupun roda empat diarahkan masuk flyover Manahan yang sudah selesai dibangun saat flyover Purwosari mulai dibangun. Flyover Manahan diperkirakan sudah bisa dilewati kendaraan mulai Oktober.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, enggan berkomentar banyak soal manajemen rekayasan lalu lintas (MRLL) pembangunan flyover Purwosari. Dishub belum mengantongi dokumen andalalin proyek tersebut.

"Belum dibahas MRLL-nya. Andalalinnya saja kan belum ada. Saya enggak mau memprediksi dulu. Minimal harus ada kajianya. Ini flyover Manahan saja belum selesai. Jadi pembangunan apa pun kan harus ada andalalinnya," jelas Hari.



Tokopedia