Berubah, Desain Flyover Purwosari Jadi Berbentuk Huruf Y

Perlintasan KA Purwosari Solo. (Solopos/Dok)
03 Juli 2018 20:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Proyek pembangunan flyover (jalan layang) Purwosari  akhirnya diputuskan memakai desain berbentuk "Y" guna memberi akses bagi kendaraan berat melintas dari Jl. Agus Salim.

Bentuk desain ini juga dipakai untuk flyover Manahan. Sebelumnya, pemerintah pusat menggunakan desain huruf "I" untuk flyover Puwosari.

Kepastian soal perubahan desain itu disampaikan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo yang akrab disapa Rudy. “Sudah pasti “Y”, bukan lagi “I”. Sekarang masih dalam tahap pengukuran,” kata dia ketika berbincang dengan Solopos.com, Selasa (3/7/2018).

Konsep pembangunan flyover Purwosari berbentuk “Y” dapat menyelesaikan masalah bagi kendaraan dari arah Jl. Agus Salim. Desain flyover huruf “Y” mengubah detail engineering design (DED) yang sebelumnya telah dirancang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berbentuk huruf “I”.

Bentuk “I” didesain sama seperti flyover Palur. Konsep desain ini tak memberikan akses bagi kendaraan berat yang melintasi flyover Purwosari dari arah Jl. Agus Salim. “Jadi desain fix huruf “Y”, dan flyover mulai dibangun setelah [flyover] Manahan rampung,” katanya.

Sebelumnya, Pemkot Solo ngotot pembangunan flyover Purwosari  dikerjakan bersamaan dengan flyover Manahan. Selain efisiensi waktu, pengerjaan pembangunan flyover bersamaan agar masyarakat tak terlalu lama-lama bergelut dengan masalah kemacetan.

Namun upaya agar pembangunan flyover Purwosari dikerjakan bersamaan dengan flyover Manahan dipertimbangkan kembali oleh Pemkot Solo. Rudy khawatir pembangunan flyover bersamaan akan menambah kemacetan parah di Kota Bengawan.

“Ben ra digebuki warga meneh [agar tidak diprotes warga lagi], flyover Purwosari sehabis Manahan,” katanya.

Rudy mengatakan pembangunan flyover Purwosari  mendesak direalisasikan guna mengatasi persoalan kemacetan di perlintasan sebidang saat kereta api melintas. Manajemen rekayasa lalu lintas akan disiapkan selama proyek pembangunan flyover Purwosari dikerjakan.

Pengerjaan proyek tersebut diprediksi juga bakal berdampak pada kepadatan arus lalu lintas di Kota Bengawan. Kajian rekayasa lalu lintas ditarget rampung dalam waktu dekat.

“Saya minta Kadishub [Kepala Dinas Perhubungan] segera menyusun rekayasa lalu lintas,” katanya.

Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo, Joko Supriyanto, mengatakan pemerintah pusat bakal menanggung seluruh biaya pembangunan jalan layang Purwosari. Namun sesuai arahan Kementerian PUPR, pembangunannya baru dilakukan setelah jalan layang Manahan selesai dibangun.

Sebagai informasi, wacana pembangunan jalan layang Purwosari di Jl. Slamet Riyadi, Solo, mengemuka awal 2015 lalu. Jalan layang tersebut dimaksudkan sebagai solusi antrean panjang kendaraan di perlintasan sebidang saat kereta api melintas.

Belakangan, realisasi rencana itu berubah. Pembangunan jalan layang Manahan di Jl. Dr. Moewardi justru didahulukan. Saat ini, proyek itu masih berlangsung dan diprediksi rampung tahun ini.



Tokopedia