Ada Kecurangan Seleksi Perdes Sragen, Laporkan ke Posko Ini

Ilustrasi tes seleksi perangkat desa. (Solopos/Dok)
03 Juli 2018 13:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan mendirikan posko pengaduan terkait pelaksanaan seleksi (perekrutan) perangkat desa  (perdes) untuk merespons maraknya oknum yang bergentayangan menawarkan jasa mampu meloloskan calon peserta di setiap tahapan ujian.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, saat jumpa pers di ruang kerjanya, Senin (2/7/2018). Dia mempersilakan siapa saja yang mempunyai bukti adanya kecurangan dalam proses seleksi perdes untuk melapor (mengadu) ke posko tersebut.

"Saya sudah minta Bagian Pemdes Setda Sragen agar segera menyiapkan personel dan sarana prasarana pendukung pendirian posko. Jadi bila terjadi kecurangan langsung saja adukan. Tapi yang harus diingat saat mengadu harus bawa bukti. Jangan hanya omongan," tutur dia.

Dia mengaku gerah dengan banyaknya pihak yang mengaku mampu meloloskan calon perdes. Dia berharap adanya posko aduan tersebut dapat mempersempit ruang gerak dan celah pihak-pihak yang ingin mengeruk keuntungan pribadi dari proses seleksi perdes.

Apalagi diperkirakan jumlah pendaftar seleksi perdes mencapai 5.000 orang untuk 560 lowongan. Tatag berharap Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Kabupaten Sragen juga bergerak dalam mengawal tahapan seleksi perdes agar berjalan tanpa adanya pungli dan sejenisnya.

"Informasi yang beredar di luar sangat mengkhawatirkan. Saya tegaskan terkait berita-berita yang beredar bahwa ada sinyalemen rekrutmen ini transaksional, sampai dikatakan ada lingkaran iblis, lingkaran iblis, semua itu tidak benar. Seleksi ini tanggung jawab pemdes," sambung dia.

Terpisah, Kepala Inspektorat Sragen, Wahyu Widayat, menyatakan Tim Saber Pungli Sragen berkomitmen ikut mengawal tahapan seleksi perdes. Menurut dia, tim sudah menggelar rapat terbatas membahas mekanisme pengawasan di simpul-simpul seleksi yang dinilai rawan.

"Sudah kami persiapan mekanisme pengawasan seleksi ini agar benar-benar objektif dan jujur. Tidak ada permainan. Kami tidak main-main dalam hal ini karena Bupati sudah gerah dengan isu adanya oknum atau calo yang gentayangan dalam seleksi ini," urai dia.

Wakil Ketua Tim Saber Pungli Sragen tersebut menyatakan tidak akan segan-segan melakukan operasi tangkap tangan bila memang diindikasikan terjadi transaksi jual beli jabatan perdes. "Hukum sebagai panglima kami kedepankan bila ada yang tertangkap tangan," tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati geram dengan banyaknya oknum yang mengaku sebagai orang dekat keluarga Bupati dan menjanjikan dapat meloloskan peserta seleksi perdes. Mereka meminta uang atau imbalan jasa dengan nominal tertentu.

 

Tokopedia