Kades 4 Kecamatan Sragen Diperiksa Kejari soal Komputer Desa

ilustrasi korupsi. (Solopos/Whisnu Paksa)
03 Juli 2018 17:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen telah merampungkan pemeriksaan kepala desa (kades) dari empat kecamatan terkait dugaan penyimpangan pengadaan komputer desa 2017.

Tapi tim Kejari masih melanjutkan pemeriksaan kades di beberapa kecamatan lain sebelum mengambil kesimpulan ada atau tidaknya penyimpangan dalam kegiatan yang dibiayai dana desa (DD) itu.

Kasi Pidana Khusus Kejari Sragen, Adi Nugraha, saat diwawancarai Solopos.com, Selasa (3/7/2018), mengatakan empat kecamatan yang kadesnya telah diperiksa yakni Masaran, Kalijambe, Gemolong, dan Tanon. "Tiap pekan kami lakukan pemeriksaan. Baru empat kecamatan yang sudah kami periksa. Kami belum bisa menyimpulkan, masih terus kami dalami kasus ini. Setiap periode tertentu kami lakukan evaluasi," ujar dia.

Adi menjelaskan pemeriksaan kades  akan berlanjut ke kecamatan-kecamatan lain. Pemeriksaan itu untuk mengumpulkan keterangan ihwal spesifikasi komputer, harga, dan tempat pembelian.

Pemeriksaan juga untuk melihat apakah komputer yang dibeli sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan atau tidak. "Intinya kami masih inventarisasi permasalahan-permasalahannya apa," imbuh dia.

Dari pengakuan sejumlah kades, menurut Adi, ada desa-desa yang beli sendiri komputer desa itu. Tapi ada sebagian desa yang membeli perangkat komputer melalui supplier atau penyuplai tertentu.

Ihwal anggaran untuk membeli komputer bervariasi, ada yang Rp18 juta dan ada yang Rp19 juta dari pagu anggaran Rp19 juta. "Pemeriksaan ke depan bisa kades lagi atau pihak supplier nya," sambung dia.

Adi meminta masyarakat bersabar ihwal proses penyelidikan yang dilakukan Seksi Pidsus Kejari. Karena objek yang harus diperiksa banyak, Kejari membutuhkan waktu untuk mengumpulkan semua informasi.

Sedangkan Kasi Intelijen Kejari Sragen, Widya Hari Sutanto, menjelaskan penanganan kasus dugaan penyimpangan  program pengadaan komputer desa 2017 Sragen sekarang diambil alih Seksi Pidana Khusus. Sebelum ditangani Seksi Pidsus, kasus tersebut ditangani Seksi Intelijen.

Saat itu Seksi Intelijen telah memeriksa kades di 10 wilayah kecamatan bagian timur wilayah Sragen. "Saya lupa persisnya kecamatan mana saja. Yang jelas saat masih kami tangani, kami sudah memeriksa kades di 10 kecamatan. Seingat saya kecamatan yang kami periksa yang di Sragen timur," kata dia.

Dari hasil pemeriksaan kades di 10 kecamatan itu lantas dilakukan gelar perkara. Hasilnya, menurut Hari, ditemukan adanya indikasi melawan hukum, sehingga dilanjutkan penyelidikannya oleh Seksi Pidsus.

"Saat gelar perkara disimpulkan adanya perbuatan melawan hukum. Tinggal mencari unsur kerugian negara. Nah itu ranah Pidsus. Soal strategi pemeriksaan penyelidikan, itu ranah Pidsus," imbuh dia.