Tragis! Kakek di Jenar Sragen Hangus Saat Bakar Ladang Jagung

Tim Polsek-Polres Sragen mengidentifikasi jenazah pria yang terbakar di wilayah RPH Banyurip Petak 27 C, Dukuh Sidodadi RT 018, Desa/Kecamatan Jenar, Sragen, Selasa (3/7 - 2018). (Istimewa / Muryati)
03 Juli 2018 22:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Apa yang dialami pria tua di Jenar, Sragen, ini benar-benar tragis. Podo, 71, nama kakek-kakek nahas itu, meninggal dunia setelah terbakar api yang dinyalakannya sendiri untuk membakar ladang jagungnya yang kering.

Podo adalah seorang petani asal Dukuh Sidodadi RT 018, Desa/Kecamatan Jenar, Sragen, meregang nyawa setelah dilalap api saat mencoba memadamkan api yang membakar ladang jagung di wilayah RPH Banyurip petak 27 C, Selasa (3/7/2018) siang pukul 14.00 WIB. Peristiwa nahas itu bermula pada pukul 13.30 WIB, saat Podo berangkat ke hutan untuk membakar pohon jagung yang kering setelah panen.

Namun di luar perkiraannya, api bakaran pohon jagung itu ternyata merambat ke tanaman jagung lainnya. Podo pun mencoba memadamkan api. Nahas, saat itulah api yang membesar langsung menyambar pakaian kakek-kakek itu.

Tragedi itu disampaikan Kasubag Humas Polres Sragen AKP Muryati mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Selasa malam. Muryati menyampaikan kronologi kebakaran tersebut berdasarkan laporan dari Kapolsek Jenar AKP Handoyo.

“Saat api membakar pakaiannya, korban sempat berteriak meminta tolong. Teriakan korban didengar saksi Janem, 66, dan Yahmi, 38, yang masih tetangga korban. Kedua saksi berusaha menolong korban tetapi korban sudah hangus terbakar dan meninggal di lokasi kejadian,” ujarnya.

Muryati mengatakan kejadian tersebut dilaporkan kepada Kepala Desa Jenar Sugiyanto dan diteruskan ke Polsek Jenar. Tim Polsek berkoordinasi dengan tim medis Puskesmas Jenar dan Tim Identifikasi Polres Sragen untuk memeriksa kondisi korban.

“Dari hasil pemeriksaan tim gabungan tersebut, korban meninggal dunia diduga karena terbakar. Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dari lokasi kejadian ditemukan barang bukti berupa korek api,” ujar Muryati.

Setelah diperiksa korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Dari pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan tidak menuntut terkait peristiwa tersebut. Selain itu, pihak keluarga juga tidak meminta autopsi atas kematian korban.