Disdik Solo Akui Sulit Ubah Label Sekolah Favorit

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
04 Juli 2018 23:30 WIB Septhia Ryantie Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Mengubah pola pikir masyarakat tentang sekolah favorit atau sekolah tidak favorit menjadi tantangan berat bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Hal ini berkaitan dengan penerapan sistem zonasi sekolah. Hal itu diakui Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Etty Retnowati ketika ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (4/6/2018). Namun Etty menyatakan Pemkot Solo optimistis hal itu bisa dilaksanakan.

Sebagaimana diketahui, sistem zonasi akan diterapkan di Kota Solo mulai Tahun Pelajaran 2018/2019. Menurut Etty, saat ini penerapan kebijakan zonasi sekolah sudah mulai disosialisasikan oleh Pemkot Solo kepada masyarakat lewat berbagai media, termasuk media massa. Saat ini, Disdik Solo telah memasang pengumuman tentang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2018/2019, salah satunya di kantor dinas setempat. Hal itu akan dilanjutkan dengan pemasangan pengumuman PPDB di sekolah-sekolah agar masyarakat, khususnya calon peserta didik baru bisa mendapatkan informasi seputar PPDB tersebut.

"Untuk sistem zonasi kami juga sudah mulai sosialisasi melalui media, terutama radio-radio," ungkapnya.

Hal itu sebagai antisipasi agar masyarakat tidak kebingungan atau komplain terkait pelaksanaan PPDB tahun ini. Sosialisasi ke sekolah, khususnya melalui kepala sekolah, juga dilakukan. Pihaknya juga mengagendakan sosialisasi ke kelurahan, termasuk ke Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota (LPMK).

"Jika masyarakat ingin mencari informasi tentang PPDB tahun ini bisa langsung ke sini (Disdik Kota Solo) atau ke sekolah," katanya.

Untuk Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB, lanjut Etty, segera diterbitkan setelah ditandatangani Wali Kota Solo."Saat ini ada beberapa yang masih direvisi, berdasarkan masukan-masukan atau koreksi yang ada," terangnya.

Jika Juknis PPDB sudah ditandatangani, maka akan dipublikasikan secara online melalui website Disdik Kota Solo, khususnya PPDB Solo yang dapat diakses masyarakat nantinya. Adanya Juknis PPDB nantinya, diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan di tingkat sekolah.

"Target kami pekan ini juga. Pelaksanaannya (PPDB) tentunya mengacu ke juknis tersebut dan akan tersistem. Sistem online ini kami kerjasamakan dengan UNS (Universitas Sebelas Maret) Solo," tambahnya.

Tokopedia