SMPN 3 Solo Butuh Rp700 Juta untuk Pemulihan Pascakebakaran

Kondisi ruang laboratorium SMPN 3 Solo yang terbakar pada Senin (18/6 - 2018) dini hari. (Istimewa)
04 Juli 2018 21:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- SMPN 3 Solo mengajukan bantuan dana senilai Rp700 juta ke Pemkot Solo untuk memperbaiki dua ruang kelas yang terbakar  pada 18 Juni lalu. Perbaikan ruang kelas dan laboratorium yang terbakar direncanakan di mulai akhir bulan ini.

“Tiga hari setelah kejadian kebakaran kami langsung melakukan inventarisasi kerusakan. Hasil pendataan untuk memperbaiki ruang kelas yang terbakar butuh dana Rp700 juta,” ujar Pegawai Bagian Sarana dan Prasarana (Sarpras) SMPN 3 Solo, Bambang Setio Wibowo, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (4/7/2018).

Bambang mengungkapkan anggaran perbaikan sekolah itu sudah termasuk pengadaan alat-alat laboratorium di Kelas IPA dan 30 unit komputer yang rusak akibat kemasukan air saat Dinas Pemadam Kebakaran memadamkan api.

“Saya menghitung alat-alat praktik yang terbakar di ruang laboratorium IPA kerugiannya senilai Rp200 juta. Puluhan alat praktik siswa tidak ada satu pun yang selamat,” kata dia.

Ia menjelaskan dari sekolah awalnya mengira 30 unit komputer bisa diselamatkan setelah kejadian kebakaran. Semua komputer dijemur di halaman sekolah. Namun, setelah dicoba dinyalakan semua komputer mati.

“Kami sudah membuat laporan kerusakan 30 unit komputer serta kerusakan tiga ruang kelas di SMPN 3 Solo. BPPKAD [Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah] saat ini sedang melakukan proses penghapusan aset. Setelah aset lama dihapus pembangunan baru bisa dilaksanakan,” kata dia.

SMPN 3 Solo saat ini mengubah aula sekolah menjadi dua ruang kelas darurat. Selain itu, juga menjadikan ruang kelas bahasa menjadi laboratorim IPA. Ia memastikan kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru 2018/2019 akan berjalan seperti biasanya meskipun ada ruang kelas yang terbakar.

“Kami sudah meminta izin SMPN 5 Solo agar memberikan akses untuk memasukkan material bangunan perbaikan ruang kelas terbakar. Kalau material dimasukkan dari pintu utama SMPN 3 Solo tidak bisa karena sempit,” kata dia.

Kepala Sekolah SMPN 3 Solo, Abdul Haris, mengungkapkan informasi dari Pemkot Solo, perbaikan ruang kelas yang terbakar menggunakan dana tidak terduga. SMPN 3 Solo hanya bisa mengajukan dana perbaikan. Sementara besaran nilai yang diberikan tergantung Pemkot Solo.

“Kami berharap perbaikan ruang kelas yang terbakar segera dilaksanakan agar bisa segera ditempati siswa untuk belajar. BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] Solo mulai membersihkan sisa-sisa kebakaran,” kata dia.