4 Bulan Ambrol, Jalan Tasikmadu-Kebakkramat Belum Diperbaiki

Pengendara kendaraan melintas di jalan penghubung Tasikmadu-Kebakkramat, Selasa (3/7 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
04 Juli 2018 06:30 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warga Kaling, Tasikmadu, Karanganyar, waswas dengan kondisi jalan penghubung Tasikmadu-Kebakkramat yang rusak akibat ambrol pada Maret lalu. Sekarang sudah hampir empat bulan berlalu tapi jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Warga berharap kerusakan jalan tersebut tidak bertambah parah sebagai dampak tak adanya penanganan. Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, jalan penghubung Tasikmadu-Kebakkramat di Desa Kaling, Tasikmadu, itu ambrol pada Senin (12/3/2018). Akibatnya, jalan penghubung Tasikmadu-Kebakkramat nyaris tak dapat dilalui kendaraan.

Ambrolnya jalan penghubung itu karena tak mampu menahan luapan air dari Sungai Kaling saat hujan deras. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar  sempat menutup jalan tersebut sementara waktu sebelum membuat jalan darurat menggunakan alat berat.

Sejumlah sukarelawan juga sudah turun ke Kaling guna memasang karung berisi pasir guna mencegah luapan air dari Sungai Kaling. Saat ini, beberapa karung berisi pasir itu sudah rusak.

“Ambrolnya jalan di Kaling [penghubung Tasikmadu-Kebakkramat] ini sudah berbulan-bulan. Kami juga bertanya-tanya, kapan jalan ini diperbaiki. Kalau tak segera diperbaiki, takutnya kerusakan di jalan ini semakin parah. Kondisi karung berisi pasir kan banyak yang sudah rusak. Kalau hujan terus-terusan mengguyur di daerah ini, jalan di sana berpotensi ambrol lagi. Bahkan lebih parah,” kata warga Kaling, Widi, 42, saat ditemui Solopos.com di Kaling, Selasa (3/7/2018).

Widi mengatakan ambrolnya jalan  penghunung Tasikmadu-Kebakkramat di daerah Kaling baru kali pertama terjadi. Namun kerusakan jalan akibat tergerus air dari Sungai Kaling itu tergolong parah. “Banyak yang kaget saat kejadian,” katanya.

Hal senada dijelaskan warga Kaling lainya, Pebri, 24. Dia mengatakan upaya perbaikan sementara memang sudah dilakukan Pemkab Karanganyar dengan membuatkan jalan darurat dengan menguruk pasir. Tapi kawasan itu membutuhkan jalan yang permanen.

“Arus lalu lintas di sini tergolong ramai. Berbagai kendaraan [roda dua dan roda empat] banyak yang melintas. Truk bermuatan juga sering lewat di sini. Kalau tak segera diperbaiki, mungkin jalan bisa ambrol lagi,” katanya.



Tokopedia