Rambah Pasar Eropa, Kue Olahan Gaplek Wonogiri Go International

Karyawan mengepak kue kering Inagiri berbahan dasar gaplek di Dusun Sabuk RT007/RW004 Desa Gunung Sari, Jatisrono, Wonogiri, Senin (2/7 - 2018). (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)
04 Juli 2018 12:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Kue kering berbahan dasar gaplek (singkong yang diawetkan) asal Jatisrono, Wonogiri, mulai go international dengan merambah pasar Eropa setelah sebelumnya dicicipi warga Moskow, Rusia. Kue berbahan 100% tepung gaplek ini juga menjadi runner up Food Startup Indonesia 2017 yang digelar Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia.

Penggagas Inagiri, Yadi, 40, mengatakan produk kue keringnya merupakan salah satu upaya merevolusi gaplek yang selama ini dianggap sebelah mata. Produksi singkong di kabupaten berslogan Sukses  itu melimpah kendati pasarannya tak selalu ada.

Banyak gaplek yang terbuang sia-sia dan harganya pun jatuh. “Saat diolah menjadi kue kering, nilai gaplek meningkat. Orang yang awalnya tak suka gaplek pun jadi bisa mengonsumsinya. Apalagi Inagiri ini bebas gluten sehingga bebas dikonsumsi siapa pun, termasuk penderita autis,” kata dia saat dijumpai Solopos.com di sela-sela produksi Inagiri, Senin (2/7/018).

Yadi mengatakan inovasi cookies singkong itu dimulai sejak 2014 lalu. Neneknya menjadi salah satu produsen kue kering berbahan dasar tepung mocaf (modified cassava flour) dicampur tepung terigu. Ia lantas menjajal membuat kue tanpa tambahan tepung terigu atau 100% mocaf.

Uji cobanya berhasil dan lahirlah Inagiri. “Kami sudah menyiapkan sejumlah rasa yakni kayu manis dan cokelat jahe. Ke depan akan ada rasa durian yang dirilis periodik agar konsumen tak bosan,” ungkap dia.

Warga Dusun Sabuk RT 007/RW 004 Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri  itu kini berupaya meningkatkan standar produk agar bisa diekspor ke pasar Eropa. Targetnya pada 2020 mendatang, produknya dapat mewakili cita rasa Indonesia di Benua Biru itu.

Bumbu di dalam Inagiri dinilai cukup mewakili rempah Nusantara, berkat campuran kayu manis, jahe, pala, dan cengkih. “Motif batik serta wayang pada kemasan juga menggambarkan tentang Indonesia,” kata Yadi.

Kue kering Inagiri dijual mulai dari Rp10.000 untuk kemasan 50 gram, Rp15.000 kemasan 85 gram, dan Rp20.000 kemasan 125 gram.