Perhatikan! MRLL Flyover Manahan Solo Bisa Berubah Sewaktu-Waktu

Pengendara melintas di Jl. dr. Moewardi sisi barat lokasi proyek pembangunan flyover Manahan Solo, Minggu (29/4 - 2018) siang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
05 Juli 2018 12:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO – PT Yasa Patria Perkasa selaku kontraktor pembangunan jalan layang (flyover) Manahan meminta pengertian masyarakat jika sewaktu-waktu ada perubahan skema manajemen dan rekayasa lalu lintas (MRLL) di sekitar lokasi proyek tersebut.

Site Manager PT Yasa Patria Perkasa, Ari Wahyudi, mengatakan ada kemungkinan PT Yasa Patria Perkasa bakal meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Solo untuk mengubah skema MRLL pembangunan flyover Manahan. Hal itu dilakukan untuk mendukung pengerjaan proyek flyover yang membentang di tiga ruas jalan tersebut.

Dia mencontohkan dalam waktu dekat bisa jadi kendaraan tak bisa lagi menyeberang Jl. dr. Moewardi dari Jl. Hasanuddin. Hal itu karena PT Yasa Patria Perkasa akan membangun struktur bangunan flyover di selatan perlintasan sebidang Manahan yang mana selama ini segaja dibiarkan untuk menjadi akses penghubung Jl. Hasanuddin maupun putar balik kendaraan di Jl. dr. Moewardi.

“Skema rekayasa lalu lintasnya masih bisa berubah-ubah menyesuaikan progres pengerjaan flyover. Jadi kami minta pengertian dari masyarakat terkait hal itu. Barangkali masyarakat harus berputar lebih jauh ketika kami mulai menutup lokasi proyek yang selama ini bisa dipakai untuk akses jalan,” kata Ari saat diwawancarai Solopos.com, Rabu (4/7/2018).

Bukan hanya di Jl. dr. Moewardi, PT Yasa Patria Perkasa juga sangat mungkin mengubah skema MRLL di Jl. Adisucipto dan Jl. M.T. Haryono saat pengerjaan flyover Manahan. PT Yasa Patria Perkasa bahkan telah melakukan hal itu di Jl. Adisucipto.

Mereka menutup total badan Jl. Adisucipto ruas Patung Obor Manahan-SD Kalam Kudus. Sebagai konsekuensi, kendaraan dari Jl. M.T. Haryono mesti melewati Jl. Sam Ratulangi lalu belok Jl. K.S. Tubun jika ingin menuju Mapolresta Surakarta atau arah barat.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu pagi, beberapa kendaraan dari Jl. M.T. Haryono tampak nekat masuk jalur lambat Jl. Adisucipto ketimbang memilih melewati Jl. Sam Ratulangi.

”Akses jalan di utara perlintasan sebidang Manahan nantinya pasti juga akan kami tutup untuk dibangun flyover. Jika akses jalan tersebut ditutup, otomatis kendaraan kan harus melewati jalan lain. Kendaraan di Jl. M.T. Haryono yang ingin menuju ke barat nanti bisa saja diarahkan belok lebih awal untuk masuk Jl. Menteri Supeno,” terang Ari.

Sementara itu, Hotel Agas semakin merugi akibat terdampak penerapan MRLL pembangunan flyover Manahan. Tingkat okupansi Hotel Agas kini paling banyak hanya mencapai 10 kamar per hari. Capaian tersebut jauh lebih rendah ketimbang sebelum ada proyek pembangunan flyover Manahan per 12 Maret lalu yang mampu menyentuh angka 30 kamar per hari.

Akibat krisis tersebut, Hotel Agas harus menerima kenyataan ditinggal sejumlah karyawannya. General Manajer Hotel Agas, Budi Setiawan, menyebut jumlah karyawan Hotel Agas yang resign terus bertambah. Pada Mei lalu ada 5 karyawan yang telah memutuskan keluar diduga karena ingin mencari pekerjaan di hotel lain yang lebih ramai.

Kemudian belakangan ada satu karyawan lagi yang memutuskan resign atau berhenti. “Kondisi kami masih buruk. Keuangan yang didapat bahkan tidak menutup biaya operasional. Salah satu dampaknya ya makin banyak karyawan yang resign pindah ke hotel lain. Ini tambah satu orang lagi yang keluar. Kami hanya bisa berharap kondisi Hotel Agas membaik setelah pembangunan flyover selesai,” ungkap Budi.



Tokopedia