Kantor Kelurahan Baru Pecahan Kadipiro Tak Jadi di Makam Sumber Nayu

Pekerja membongkar atap bangunan bekas SMA Xaverius, Kadipiro, Rabu (4/7 - 2018) pagi. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
05 Juli 2018 15:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kecamatan Banjarsari, Solo, batal membangun gedung kantor kelurahan baru hasil pemekaran Kadipiro di Makam Sumber Nayu. Alasannya untuk meminimalkan dampak sosial.

Lurah Kadipiro, Sugeng Budi Prasetyo, mengatakan Makam Sumber Nayu kini telah dipadati rumah penduduk. Sedikitnya ada 70 bangunan yang berdiri tanpa izin di lahan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo seluas kurang lebih 4.000 meter persegi tersebut.

Jika Pemerintah Kecamatan Banjarsari jadi membangun kantor kelurahan baru hasil pemekaran Kadipiro di sana, otomatis harus menggusur dan membongkar rumah warga. Karena alasan itu, Pemerintah Kecamatan Banjarsari akhirnya membatalkan rencana membangun gedung di Makam Sumber Nayu.

“Keputusan terbaru yang saya dengar, kantor kelurahan baru batal dibangun di sana. Jadinya kantor baru dibangun di lahan bekas SMA Xaverius. Kabarnya lahan tersebut sudah menjadi milik Pemkot Solo. Yang mengurus kan langsung bagian aset BPPKAD,” kata Sugeng saat ditemui Solopos.com di Kantor Kelurahan Kadipiro, Rabu (4/7/2018) pagi.

Sugeng menjelaskan kantor kelurahan baru yang bakal dibangun di lahan bekas sekolah Xaverius adalah kantor Kelurahan Banjarsari. Lahan tersebut berada di wilayah RT 003/RW 013 Kadipiro, dekat dengan Puskemas Gambirsari maupun Taman Cerdas Gambirsari.

Lahan bekas sekolah Xaverius juga berada tidak jauh dari Makam Sumber Nayu yang dibidik lebih dulu untuk pembangunan gedung kantor kelurahan baru. Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu pagi, bangunan gedung sekolah Xaverius sudah mulai dibongkar oleh sejumlah pekerja.

“Rencananya gedung kelurahan baru akan dibangun tahun ini, termasuk yang di lahan Makam Sumpingan. Semuanya dianggarkan oleh Pemerintah Kecamatan Banjarsari. Kami di Pemerintah Kelurahan Kadipiro hanya menangani masalah nonfisik seperti pembentukan pengurus LPMK [lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan] untuk kelurahan baru,” jelas Sugeng.

Ditanya soal penyediaan lahan makam Sumpingan untuk pembangunan gedung kantor kelurahan baru Kadipiro, Sugeng menyebut Pemkot Solo  sedikitnya harus membongkar 600 makam di sana. Rencananya kerangka jenazah bakal dipindah ke Tempat Permakaman Umum (TPU) Untoroloyo, Kelurahan Mojosongo, Jebres.

Dia menjelaskan alasan Pemkot Solo tak memindah kerangka jenazah ke TPU Bonoloyo yang lebih dekat dengan Makam Sumpingan karena TPU di timur Kantor Kelurahan Kadipiro tersebut sudah penuh.

Sesuai rencana, Kelurahan Kadipiro bakal dipecah menjadi tiga. Sempat muncul tiga nama untuk tiga kelurahan baru tersebut, yakni Banjarsari, Kadipiro, dan Joglo. Kantor Kelurahan Banjarsari akan menempati lokasi kantor Kelurahan Kadipiro saat ini.

Sedangkan untuk Kelurahan Joglo akan menempati bekas lahan SMP Xaverius. Sementara Kantor Kelurahan Kadipiro akan didirikan di lahan makam Sumpingan pada lahan seluas 1.700 meter persegi.

Diwawancarai sebelumnya, Kabag Pemerintahan Setda Solo, Hendro Parmono, yakin setelah dimekarkan, pelayanan pemerintah akan lebih baik. Masyarakat di wilayah pemekaran bakal lebih mudah dalam hal mengurus administrasi.

Setelah Semanggi dan Kadipiro, Pemkot Solo akan melanjutkan pemekaran kelurahan ke tiga kelurahan lain, yakni Pajang, Jebres, dan Mojosongo.