7 Terdakwa Kasus Pil PCC Solo Naik Banding

Tujuh terdakwa pengedar dan pembuat pil PCC menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Rabu (30/5 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
05 Juli 2018 20:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Tujuh terdakwa pembuatan dan pengedar pil paracetamol caffein carisoprodol (PCC) di Gilingan, Banjarsari, Solo, mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jateng di Semarang. Terpidana mengajukan banding setelah dijatuhi vonis  dari Pengadilan Negeri (PN) Solo pada 22 Juni lalu.

“Pada saat menerima vonis dari Majelis Hakim ketujuh terdakwa memilih langkah pikir-pikir selama tujuh hari. Setelah itu memberikan keputusan mengajukan banding. Kami menerima keputusan mengajukan banding dari kuasa hukum masing-masing terdakwa,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus pil PCC, Didik Aryanto, saat ditemui wartawan di PN Solo, Kamis (5/7/2018).

Didik mengungkapkan JPU sekarang sedang mempercepat pembuatan memori banding tujuh terdakwa. Nota banding yang sudah selesai dibuat nanti ditembuskan ke PN Solo. Ia menargetkan memori banding selesai pekan ini. Sidang banding kasus pembuatan dan pengedar akan digelar di Semarang.

“Terdakwa menyatakan keberatan dengan vonis majelis hakim. Dua dari tujuh terdakwa tercatat sebagai bos pabrik pil PCC divonis sepuluh tahun penjara. Sementara lima karyawan pembuat pil PCC divonis enam tahun penjara. Kami saat itu menuntut dua bos pil PCC dengan hukuman 14 tahun penjara. Sementara lima karyawan dituntut sepuluh tahun penjara,” kata dia.

Ia menjelaskan dua bos pil PCC yakni Wildan berperan sebagai penggerak produksi atau General Manager (GM) dengan tugas merekrut karyawan. Kemudian, Sri Anggono berperan sebagai penghubung jaringan Solo dengan Semarang, sebagai donatur, serta pemasaran produk. Sementara lima karyawan yakni Suwandi, Masyanto, Heri Dwi Manto, Jaja Isworo, dan Susilo.

Ketua Majelis Hakim, Krosbin Lomban G., mengatakan pengajuan banding merupakan hak terdakwa. PN Solo tidak mempersoalkan mereka mengajukan banding ke PT. Pengajuan banding sudah diatur sehingga tidak ada masalah.

Kasus ini terungkap saat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menggerebek pabrik PCC  di Jl. Setiya Budi, Kampung Cinderejo Lor, Gilingan, Banjarsari pada 3 Desember 2017. BNNP mengamankan 3 juta pil siap edar, bahan mentah pembuatan pil PCC, serta alat pembuat pil PCC.

Dalam penggerebekan itu, BNNP bersama Polda Jateng mengamankan tujuh orang tersangka di dua lokasi Tasikmalaya, Semarang, dan Solo.