Warga Sragen Demo Minta Anggota DPRD Jaga Kelakuan

Massa pengunjuk rasa berkumpul di depan pintu masuk barat Gedung DPRD Sragen, Kamis (5/7 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
05 Juli 2018 15:30 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Sekitar 200 orang yang mengatasnamakan Forum Solidaritas Sragen Damai (FSSD) menggelar unjuk rasa di halaman barat Gedung DPRD Sragen, Kamis (5/7/2018) siang. Mereka menyampaikan kekecewaan terkait perilaku sejumlah legislator yang dianggap tidak pantas dicontoh.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Pantauan Solopos.com, aksi itu dimulai pukul 10.00 WIB. Massa pengunjuk rasa membentangkan MMT bertuliskan FSSD dan aspirasi mereka.

Koordinator aksi, Suroto, dalam orasinya mengungkapkan kekecewaan terhadap perseteruan antaranggota DPRD (legislator) Sragen. Apalagi perseteruan itu mencuat di berbagai media sosial.

"Pemilu [Legislatif] belum dilaksanakan, baru mau. Tapi di medsos ada antara satu anggota DPRD dengan anggota yang lain berseteru. Kira-kira kita setuju atau tidak?" teriak dia di depan massa.

Suroto menilai apa yang dilakukan legislator itu sangat tidak mendidik masyarakat. Dia menyerukan agar para legislator tidak menggunakan cara-cara adu domba dalam strategi politik mereka.

"Bagi anggota DPRD yang terhormat, kalian bila akan nyaleg lagi jangan mengadu domba masyarakat. Jangan menggunakan masyarakat sekadar sebagai alat politik," ujar dia.

Suroto mengajak masyarakat agar memilih pemimpin atau legislator yang benar-benar aspiratif dan amanah. Sedangkan legislator yang sering berbohong dan zalim jangan dipilih lagi.

Setelah orasi, pernyataan sikap FSSD diserahkan kepada perwakilan legislator. Tapi lantaran unsur pimpinan DPRD tak ada, pernyataan sikap itu diterima Ketua Komisi I DPRD Sragen, Suroto.

Dalam kesempatan itu politikus PKB tersebut menyatakan sekadar menerima aspirasi FSSD. Selanjutnya aspirasi tersebut akan disampaikan kepada pimpinan DPRD.