Penetapan Pj. Kades Sedayu Klaten Tunggu Surat dari Kejari

ilustrasi korupsi. (Solopos/Whisnu Paksa)
05 Juli 2018 10:20 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten belum bisa menetapkan penjabat (Pj) atau pejabat sementara untuk menggantikan Kepala Desa Sedayu, Kecamatan Tulung, Sugiyarti, yang ditetapkan tersangka dugaan penyimpangan APB Desa Sedayu 2016.

Sugiyarti ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi  bersamaan anaknya yang menjabat Kadus I Desa Sedayu, Nurul Yulianto. Meski penepatan tersangka keduanya sudah sejak 28 Juni lalu, hingga kini Dispermasdes belum menerima surat dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten.

Dispermasdes berencana menonaktifkan sementara kades yang sedang tersangkut kasus hukum. “Sampai hari ini kami belum menerima pemberitahuan dari Kejari. Surat itu menjadi dasar untuk pengangkatan Pj. dengan persetujuan BPD [Badan Permusyawaratan Desa],” kata Kepala Bidang Penataan dan Administrasi Desa Dispermasdes Klaten, Muh. Mujab, saat ditemui Solopos.com, Rabu (4/7/2018).

Mujab juga sedang mengurus pemberhentian kades nonaktif Barukan, Kecamatan Manisrenggo, Marsudi. Marsudi divonis satu tahun empat bulan penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Marsudi juga harus membayar uang pengganti Rp115.855.332 dan denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. “Tapi kami belum menerima surat pemberitahuan dari Pengadilan Tipikor Seamrang. Yang menerima tembusan surat itu biasanya terdakwa, pengacara, dan Kejaksaan Negeri. Kami sedang memprosesnya ke Semarang. Lalu mengangkat Pj. Kades,” kata Mujab.



Tokopedia