Sampai Juli, 19 Desa Klaten Belum Cairkan Dana Desa Tahap I

ilustrasi dana desa. (Solopos/Dok)
05 Juli 2018 14:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak 19 desa di Klaten belum mencairkan dana desa  tahap I hingga awal Juli ini. Padahal, menurut jadwal, saat ini seharusnya pemerintah desa sudah mulai mencairkan dana desa tahap II.

Kepala Bidang Penataan dan Administrasi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, Muh. Mujab, mengatakan ia masih mencari tahu desa mana saja yang belum mencairkan dana desa. “Hari ini kami masih merekap ulang dan mencari desa mana saja yang belum mencairkan dana desa,” kata dia saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (4/7/2018).

Secara terperinci, ke-19 desa itu tersebar di sembilan kecamatan. Di Kecamatan Bayat ada empat desa meliputi Nengahan, Beluk, Talang, dan Jotangan. Di Trucuk ada tiga desa  meliputi Mandong, Sumber, dan Palar. Sedangkan di Jogonalan, meliputi Rejoso, Somopuro, Tangkisanpos, Gondangan, Karangdukuh, Dompyongan, dan Joton.

Selain itu, Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo; Desa Rejoso, Desa Blimbing, Kecamatan Jatinom; Desa Mundu, Kecamatan Tulung; Desa Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan.

Mujab menerangkan akan menyurati camat terkait agar menegur pemerintah desa yang belum mencairkan dana desa. Pemerintah desa sekaligus akan dimintai klairifkasi mengapa belum mencairkan DD.

Keterlambatan pencairan DD akan berimbas pada keterlambatan program-program pembangunan. “Jadi kenapa terlambatnya ini perlu dicari tahu dulu apakah karena enggak ada SDM, kesulitan proses, atau di mana. Kami akan pandu untuk proses pencairan,” terang dia.

Di Cawas, seluruh desa sudah mengajukan pencairan dana desa  sebelum Lebaran. Jika memang ada desa yang belum mencairkan mungkin proses masih berada di Dispermasdes atau di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). “Semua desa sudah mengajukan pencairan tahap I,” kata Much. Nasir.