Nomor Telepon Dibajak, Warga Colomadu Bingung Tiba-Tiba Ditagih Utang

Ilustrasi penipuan (Solopos/Whisnu Paksa)
05 Juli 2018 16:15 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Salah seorang pegawai Kantor Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Adi S., kebingungan saat tiba-tiba dihubungi banyak orang menanyakan uang pinjaman yang sudah mereka transfer ke nomor rekeningnya.

Belakangan diketahui nomor telepon Adi dibajak orang tak dikenal dan dipakai untuk menghubungi teman-temannya untuk meminjam uang, mengirimi pulsa, dan sebagainya mengatasnamakan Adi. Sejak mengetahui nomornya dibajak, Senin (2/7/2018), Adi sudah mengeluarkan uang sekitar Rp5 juta untuk mengembalikan pinjaman yang menatasnamakan dirinya.

“Saya juga kaget kok tiba-tiba banyak orang menelepon saya menanyakan uang yang mereka transfer ke saya sudah sampai apa belum. Padahal saya tidak meminta kepada teman-teman yang menelepon saya tersebut. Selidik punya selidik ternyata nomor saya dibajak orang dan digunakan untuk meminjam uang, meminta pulsa, dan sebagainya,” ujar dia ketika ditemui wartawan di Colomadu, Kamis (5/7/2018).

Dia menjelaskan sejak Senin lalu hingga kemarin dia sudah menerima seratusan telepon dari teman-temannya yang menyatakan mereka telah memberi pinjaman sesuai permintaan Adi. Meski tak merasa meminjam, Adi mengembalikan uang yang dipinjam atas nama dirinya tersebut dan juga mengembalikan pulsa kepada temannya yang merasa dimintai orang tak bertanggung jawab itu.

Terkait hal tersebut dia telah menyosialisasikan kepada teman-temannya agar tidak memberi pinjaman dalam bentuk apa pun kepada orang yang mengatasnamakan dirinya dan istrinya. Dia juga telah memberi tahu teman-temannya momor teleponnya telah digunakan orang lain yang tak bertanggung jawab untuk berbagai keperluan yang merugikan dirinya.

Adi mengatakan menurut keterangan teman-temannya, uang yang dipinjam orang tersebut diminta dikirim ke BNI nomor rekening 0087568762 atas nama Astuti. Sedangkan nomor orang yang mengatasnamakan Adi itu tertera 081248605130.

Yang lebih menjengkelkan, Whatsapp (WA) orang yang mengatasnamakan Adi juga memasang foto Adi. Adi menduga foto dirinya yang dipasang di profil WA orang tersebut diambil dari media sosial.

“Modus pembajakan nomor saya ini mungkin meretas dari akun Facebook saya dan istri. Kemungkinan dia juga bisa masuk ke penyimpanan data saya di Google yang banyak menyimpan nama-nama dan nomor telepon teman-teman saya. Karena banyak teman-teman yang menanyakan ke saya tentang transfer uang atau pengiriman pulsa yang mereka kirim ke nomor telepon yang mengatasnamakan saya,” ungkap Adi.



Tokopedia