Kuliner Wonogiri: Dendeng hingga Keripik Jantung Pisang, Mau Coba?

Dendeng pisang pedas dan wijen, serta keripik mahkota jantung pisang kreasi warga Wonogiri. (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)
05 Juli 2018 09:23 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pohon pisang mudah ditemukan di belahan mana pun wilayah Indonesia. Semua bagian pohon ini memiliki manfaat bagi manusia, tak terkecuali bunga alias jantungnya.

Jantung pisang alias ontong dikenal kaya nutrisi dan serat yang baik untuk tubuh. Berbagai kandungan di dalamnya, antara lain karbohidrat, protein, dan vitamin. Orang banyak mengolahnya menjadi sayur mirip gudeg yang disantap bersama lauk lain.

Tapi di tangan Sari Noviatsih, warga Dusun Batu Tengah RT 001/RW 010 Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, seluruh bagian jantung pisang bisa menjelma menjadi aneka olahan lezat.

Novi, sapaan akrabnya, mengolah jantung pisang menjadi dendeng, sedangkan mahkotanya dikreasikan menjadi keripik nan lezat. “Proses mengolah dendeng dari jantung pisang ini setidaknya butuh waktu sepekan. Saya tertarik membuat setelah menyaksikan tayangan di salah satu media massa. Awalnya ikut resep mereka kok terasa kurang pas. Saya cipta resep sendiri, jadilah seperti sekarang ini,” kata dia saat dijumpai Solopos.com di rumahnya, Selasa (3/7/2018).

Novi mengatakan usaha yang diberi label Mamuma itu telah dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Ia bahkan pernah diundang ke stasiun televisi swasta untuk mempromosikan produknya itu.

Ibu berputra kembar ini juga melayani penjualan  daring. Omzetnya tak bisa dikatakan sedikit. “Saya promosi lewat media sosial dan market place. Alhamdulillah setiap hari selalu ada orderan,” ungkapnya.

Untuk mengolah dendeng jantung pisang, ia memisahkan bagian kulit dan bunganya. Kulit yang berwarna merah inilah yang menjadi bahan dendeng. Kulit tersebut diiris dan direndam air garam dan cuka selama tiga hari.

Selama itu, jangan lupa mengganti air rendaman. Berikutnya, ditiriskan dan direbus sampai mendidih dan dicampur daun salam. Setelahnya, kembali direndam selama tiga hari.

“Direndam ini tujuannya menghilangkan getah. Proses berikutnya, kulit ditumbuk, dicetak di kotak tipis atau dibentuk dendeng baru kemudian digoreng lantas di-spinner untuk menghilangkan minyaknya. Sesudah itu dipanggang menggunakan oven baru dibumbui,” jelas Novi.

Bumbu yang dioleskan ke dendeng itu dapat berupa rasa pedas, orisinal, dan wijen. Dari segi rasa, hampir mirip daging sapi lantaran seratnya yang sedang. Per satu kilogram dendeng dijual senilai Rp150.000.

“Untuk keripik mahkota, prosesnya lebih singkat. Menggorengnya menggunakan tepung sehingga renyah. Orang banyak bilang rasa keripik mahkota jantung pisang ini mirip belut,” selorohnya.

Salah satu pelanggan  Mamuma, Hery Prasetyo, mengatakan dendeng jantung pisang menjadi solusi saat dirinya ingin beralih menjadi semi vegetarian. Dagingnya yang berserat mirip sapi, namun lebih sehat karena bukan daging merah.
“Disantap bersama nasi hangat cukup nglawuhi,” kata dia.


Tokopedia